Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)

Presiden Prancis Macron Bertekad Perangi 'Separatisme Agama'

Internasional prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 03 Oktober 2020 08:55
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan rencana menerapkan sejumlah aturan yang lebih ketat untuk memerangi "separatisme Islamis" dan menegakkan nilai-nilai sekularisme. Menurut Macron, sekitar enam juta Muslim di Prancis berpotensi membentuk masyarakat tersendiri yang mengancam kesatuan Prancis.
 
Dilansir dari BBC, Jumat 2 Oktober 2020, proposal aturan baru Macron meliputi pengawasan yang lebih ketat terhadap sekolah dan institusi pendidikan bernuansa agama, dan juga pengendalian aliran pendanaan untuk masjid-masjid di Prancis.
 
Macron berada di bawah tekanan untuk menyinggung mengenai separatisme dan radikalisme agama dalam pidatonya. Namun pernyataan Macron mengenai separatisme dikecam sejumlah aktivis Muslim yang menuduhnya hanya berupaya meredam Islam di Prancis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


di bawah prinsip sekularisme Prancis atau laicite, pemerintahan terpisah secara hukum dari institusi-institusi religius. Prinsip ini bertujuan agar masyarakat Prancis yang berasal dari beragam agama, dianggap sama di hadapan hukum.
 
Prancis adalah negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa Barat. Banyak Muslim di Prancis mengeluhkan penggunaan prinsip sekularisme, salah satunya terkait pelarangan hijab.
 
Berbicara di luar Paris pada Jumat, Macron mengatakan elemen radikal dari Islam merupakan ancaman bagi Prancis karena mendahulukan hukum agama di atas segalanya, termasuk aturan-aturan negara.
 
"Dan hal ini kerap berujung pada terbentuknya masyarakat tersendiri yang bertentangan (dengan Prancis)," ujar Macron.
 
"Islam adalah agama yang saat ini sedang berada dalam krisis di seluruh dunia. Kita tidak hanya melihatnya di negara ini," sambungnya.
 
Proposal aturan baru yang diumumkan Macron akan menjadi rancangan undang-undang dan diserahkan ke parlemen Prancis sebelum akhir 2020.
 
Beberapa aturan dalam proposal Macron meliputi pengawasan ketat terhadap organisasi olahraga dan asosiasi lainnya agar tidak menjadi front bagi pengajaran agama; penghentian pengiriman imam dari luar negeri ke Prancis; meningkatkan pengawasan terhadap pendanaan masjid; dan larangan pembelajaran di rumah atau home-schooling.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif