Jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Konsulat Jenderal di Istanbul, Turki, Jamal Khashoggi./AFP
Jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Konsulat Jenderal di Istanbul, Turki, Jamal Khashoggi./AFP

Kepolisian Prancis Tangkap Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi

Internasional arab saudi turki Kasus Pembunuhan prancis Jamal Khashoggi
Marcheilla Ariesta • 08 Desember 2021 07:09
Paris: Kepolisian Prancis menangkap seorang pria yang diduga merupakan anggota regu pembunuh jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Pria tersebut memiliki paspor bernama Khalid Alotaibi, nama yang sama dengan orang yang dicari Turki.
 
Penyelidik berusaha memastikan jika itu adalah benar dirinya. Ia ditahan polisi perbatasan berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Turki saat akan naik pesawat ke Riyadh dari bandara Charles de Gaulle, Paris.
 
"Pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan identitasnya benar. Surat perintah penangkapan juga dikeluarkan untuk menangkapnya," kata sumber AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari CNN, Selasa, 7 Desember 2021, ia dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS) atas pembunuhan Khashoggi. Kasus pembunuhan Khashoggi pada 2018 lalu menjadi sorotan dunia internasional karena dilakukan secara keji di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.
 
Khalid Alotaibi adalah salah satu dari 26 warga Saudi yang didakwa secara 'in absentia' oleh Turki atas pembunuhan Khashoggi, dalam persidangan yang berlangsung pada Oktober 2020. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.
 
Baca juga: Arab Saudi Jatuhkan Vonis Akhir ke 8 Pembunuh Khashoggi
 
Di antara 26 orang yang diadili secara in absentia di Turki ada mantan ajudan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Namun, belum ada pejabat negara itu yang pernah menghadiri persidangan.
 
Alotaibi juga merupakan salah satu dari 17 orang yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan AS pada 2018 atas peran mereka dalam pembunuhan itu. Jika pria yang ditangkap benar merupakan anggota tim pembunuhan Khashoggi, dia kemudian akan bersaksi di hadapan jaksa Prancis.
 
Pada September 2020, pengadilan Arab Saudi menangguhkan lima hukuman mati yang dikeluarkan setelah persidangan tertutup di sana, dengan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada para terdakwa.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif