Ratu Elizabeth II (Foto: Yuki IWAMURA/AFP)
Ratu Elizabeth II (Foto: Yuki IWAMURA/AFP)

Peluang Trump untuk Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II Tertutup

Medcom • 13 September 2022 14:39
Washingon: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden dikabarkan tidak akan membawa delegasi dari AS menuju ke pemakaman Ratu Elizabeth II. Hal ini langsung menutup kemungkinan untuk Biden mengundang presiden AS sebelumnya, seperti Donald  Trump. Namun hingga saat ini, juru bicara Trump tidak langsung mengkonfirmasi apakah Trump diundang atau tidak.
 
Biden dan Jill diketahui telah menerima undangan secara individu untuk pergi ke pemakaman. Hal ini secara tak terduga menutup kesempatan Trump untuk dapat datang.
 
Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis siang waktu setempat lalu setelah 70 tahun menduduki tahta sebagai pemimpin Inggris. Pemakaman kenegaraan Sang Ratu telah direncanakan akan dilakukan pada 19 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun di tengah persiapan tersebut, keluarga Biden telah menerima dua undangan secara personal, dan bukannya diminta untuk membentuk delegasi dari AS, menurut CNN, yang mengutip salah satu pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.
 
Hal ini terjadi di tengah ekspektasi publik, bahwa Gedung Putih akan diminta untuk membentuk delegasi, bahkan ada obrolan yang menyorot apakah Biden akan melibatkan Trump atau tidak. Namun, juru bicara dari presiden ke 45 tersebut tidak langsung menanggapi pertanyaan tersbut ketika ditanyakan.
 
Trump sendiri telah bertemu dengan Ratu pada tahun 2018 dan 2019 dan mengaku bahwa dirinya sangat menyukai Sang Ratu. Ia lalu mengeluarkan pernyataan yang melebih-lebihkan kepada Ratu Elizabeth II setelah kematiannya dengan memanggilnya wanita yang agung dan elok.
 
“Tidak ada orang lain seperti dirinya,” tulisnya dalam pernyataannya, seperti yang dikutip dari laman Yahoo News, pada Selasa, 13 September 2022.
 
Akan tetapi, tidak pernah diketahui secara jelas apakah rasa sayang ini berbalas. Kunjungan Trump ke Inggris sendiri telah dirusak oleh demo massal pada momen ketika dirinya melanggar salah satu protokol, yaitu termasuk membuat Sang Ratu menunggu selama kurang lebih 10 menit.  
 
Salah satu teori gila di internet bahkan berspekulasi bahwa Sang Ratu, yang tidak pernah mengungkapkan perasaan politiknya secara publik, mengirimkan pesan halus anti Trump dengan pilihan bros yang ia gunakan.
 
Sementara itu, memang diketahui banyak negara yang sering mengundang pemimpin untuk membentuk delegasi untuk pemakaman besar, lalu meninggalkan keputusan untuk presiden yang sedang menjabat untuk menyusun daftar pejabat tinggi mereka sendiri, seperti mantan presiden, yang dapat mencerminkan susunan tamu bipartisan secara politik.
 
Seperti contohnya, pada tahun 2008, presiden pada masa itu, Barack Obama memimpin delegasi menuju pemakaman kenegaraan Nelson Mandela. Pada saat itu, delegasi yang ia bawa termasuk mantan presiden AS, seperti George W. Bush dan Sen. Ted Cruz.
 
Sementara itu, Gedung Putih sendiri memberi konfirmasi pada 7 September 2022 bahwa wakil presiden Kamala Harris sedang dijadwalkan untuk memimpin delegasi AS untuk pemakaman Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe yang direncanakan pada bulan September. 
 
Tidak hanya itu, dalam salah satu pemakaman kerajaan Inggris terbesar, yaitu pemakaman ibu Sang Ratu, Ibu Negara AS, Laura Bush memimpin delegasi AS yang termasuk dua mantan duta besar. Di lain sisi, menurut asosiasi pers, Biden sendiri menerima undangan untuk datang ke Pemakaman Ratu Elizabeth II secara formal. (Gabriella Carissa)
 
Baca: Salah Emoji, Penyanyi Cher Malah Sebut Ratu Elizabeth II Sapi
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif