Petugas kesehatan Italia membantu pasien covid-19 dari Tiongkok. Foto: AFP
Petugas kesehatan Italia membantu pasien covid-19 dari Tiongkok. Foto: AFP

Italia Laporkan 50 Persen Penumpang Penerbangan Tiongkok Terinfeksi Covid-19

Fajar Nugraha • 30 Desember 2022 07:21
Milan: Otoritas kesehatan Italia akan mulai menguji semua kedatangan dari Tiongkok untuk covid-19. Terutama setelah hampir setengah dari penumpang dalam dua penerbangan ke Milan ditemukan mengidap virus tersebut.
 
Mereka juga mengurutkan tes Milan untuk melihat apakah ada varian baru, kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan. Jika ditemukan jenis baru, pejabat dapat memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada perjalanan dari negara tersebut.
 
Tiongkok telah melihat wabah virus sejak pemerintah di sana meninggalkan kebijakan nol-Covid yang ketat. Ketidakpastian skala penyebaran telah mendorong negara-negara, termasuk AS, untuk mempertimbangkan pembatasan baru untuk masuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Italia akan membahas jumlah penumpang Milan pada rapat kabinet Rabu malam, ketika Menteri Kesehatan Orazio Schillaci dapat memberikan informasi tentang tes tersebut.
 
Sebagian besar dari mereka yang dites positif tidak menunjukkan gejala. Tetapi media lokal melaporkan bahwa ada peningkatan kekhawatiran di kalangan pejabat kesehatan tentang varian Covid baru yang muncul dari Tiongkok.
 
Italia menjadi negara Eropa pertama yang terpukul parah oleh Covid pada awal tahun 2020.
 
Sementara tingginya tingkat penumpang dengan virus membuat pihak berwenang waspada, salah satu faktor yang mendukung Italia adalah tingkat vaksinasi yang tinggi.
 
“Lebih dari 80 persen orang diinokulasi penuh,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip The Straits Times, Jumat 30 Desember 2022.
 
Banyak juga warga di Eropa yang menerima suntikan booster. Ini adalah cerita serupa di sebagian besar Eropa Barat.
 
Di tempat lain, Inggris mengatakan akan memastikan memiliki pengawasan covid-19 yang diperlukan, tetapi tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan pengujian wajib pada kedatangan dari Tiongkok.
 
Di Jerman, otoritas kesehatan "mengamati dengan cermat" situasi tersebut, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Sebastian Guelde.
 
“Kami tidak memiliki indikasi bahwa mutasi yang lebih berbahaya telah berkembang di Tiongkok yang akan menimbulkan deklarasi area varian virus, yang akan mengakibatkan pembatasan perjalanan yang sesuai,” tambah Guelde.
 
Kementerian Kesehatan Prancis juga memantau perkembangan, dan mengatakan "siap untuk melihat semua tindakan berguna yang dapat dilakukan sebagai konsekuensinya, bekerja sama dengan mitra Prancis di Eropa."
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif