Mantan Presiden AS Barack Obama salahkan Donald Trump atas serangan pendukung ke Gedung Kongres. Foto: AFP
Mantan Presiden AS Barack Obama salahkan Donald Trump atas serangan pendukung ke Gedung Kongres. Foto: AFP

Obama Salahkan Trump dalam Aksi Serangan Pendukung ke Gedung Kongres

Internasional politik as barack obama joe biden donald trump Pendukung Trump Rusuh
Fajar Nugraha • 07 Januari 2021 10:34
Washington: Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan serangan dari massa pro-Presiden Donald Trump, dihasut oleh presiden yang sedang berkuasa itu. Obama meminta Partai Republik agar mereka bisa menerima kenyataan kalah dalam pemilu presiden.
 
Baca: Massa Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres, Senat Dievakuasi.
 
"Sejarah akan mengingat dengan tepat kekerasan hari ini di Gedung Capitol, yang dipicu oleh presiden yang sedang berkuasa terus berbohong tanpa dasar tentang hasil pemilihan yang sah. Ini adalah momen yang sangat tidak menghormati dan memalukan bagi bangsa kita,” ujar Obama, seperti dikutip CNN, Kamis 7 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tapi kita bercanda jika memperlakukannya sebagai kejutan total,” sebut Obama.
 
"Saya berbesar hati melihat banyak anggota partai Presiden (Partai Republik) berbicara dengan tegas hari ini. Suara mereka menambah contoh pejabat pemilihan lokal dan negara bagian seperti Georgia yang menolak untuk diintimidasi dan telah memecat mereka dari tugas penuh hormat,” jelas Obama.
 
Presiden ke-44 Amerika Serikat itu menambahkan, negeranya membutuhkan lebih banyak pemimpin seperti ini. Obama menjelaskan bahwa Presiden terpilih AS Joe Biden akan bekerja untuk memulihkan tujuan bersama dalam politik Negeri Paman Sam.
 
“Tentunya dibutuhkan dukungan rakyat Amerika, apapun partainya guna mencapai tujuan itu,” tegas Obama.
 
Sementara lawan Obama saat Pemilu AS 2012, Mitt Romney, mengutuk serangan di Gedung Capitol. Senator dari Partai Republik itu menilai serangan itu sebagai pemberontakan dan memohon kepada rekan-rekannya dari Partai Republik untuk mencabut keberatan mereka terhadap Electoral College dan menginformasikan konstituen mereka tentang kemenangan Joe Biden dalam pemilu 2020.
 
"Apa yang terjadi di sini hari ini adalah pemberontakan yang dihasut oleh Presiden Amerika Serikat,” tegas Romney.
 
Romney kemudian memperingatkan rekan Partai Republik-nya, yang terus menyesatkan tentang pemilu 2020, bahwa mereka membahayakan kesehatan demokrasi Amerika dan menodai warisan mereka sendiri.
 
"Mereka yang memilih untuk terus mendukung langkahnya yang berbahaya dengan menolak hasil pemilihan umum demokratis yang sah akan selamanya dianggap terlibat dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap demokrasi kita," ucap Romney.
 
“Mereka akan dikenang karena peran mereka dalam episode memalukan ini, dalam sejarah Amerika. Itu akan menjadi warisan mereka,” sebutnya.
 
Romney mengatakan anggota parlemen memikul tanggung jawab untuk membela kebenaran terlepas dari biaya politiknya. "Cara terbaik untuk menunjukkan rasa hormat kepada pemilih yang marah adalah dengan mengatakan yang sebenarnya kepada mereka," tutur Romney.
 
"Saya mendesak rekan-rekan saya untuk bergerak maju dengan menyelesaikan penghitungan pemilu, menahan diri dari keberatan lebih lanjut dan dengan suara bulat menegaskan legitimasi pemilihan presiden," Romney menyimpulkan.
 
Sementara Ketua DPR Nancy Pelosi dengan nada menantang saat kembali ke majelis DPR malam ini mengatakan, perusuh telah gagal dalam misi mereka dan memastikan bahwa mereka akan menghadapi keadilan.
 
"Kepada mereka yang berusaha melepaskan kami dari tanggung jawab kami, Anda telah gagal. Untuk mereka yang terlibat dalam penodaan yang menyenangkan ini, demokrasi Amerika, keadilan akan ditegakkan,” tegasnya.
 
Pemimpin Partai Demokrat itu kemudian meyakinkan rakyat Amerika bahwa DPR akan terus membahas urusan rakyat, mulai malam ini dengan mengesahkan pemilihan Presiden terpilih Joe Biden.
 
"Meski ada tindakan memalukan hari ini, kami tetap akan melakukannya. Kami akan menjadi bagian dari sejarah yang menunjukkan dunia terbuat dari apa Amerika,” pungkas Pelosi.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif