Regu penyelamat di sekitar puing Hotel Saratoga, Havana, Kuba. Foto: AFP
Regu penyelamat di sekitar puing Hotel Saratoga, Havana, Kuba. Foto: AFP

Ledakan Gas di Hotel Havana, 9 Orang Dilaporkan Tewas

Internasional Ledakan Kuba
Fajar Nugraha • 07 Mei 2022 07:51
Havana: Sebuah ledakan mematikan menghantam sebuah hotel terkenal di pusat kota Havana, Kuba pada Jumat 6 Mei 2022, menghancurkan beberapa lantai tinggi di sisi gedung. Media pemerintah mengatakan, ledakan menewaskan sedikitnya sembilan orang dan mengirim 30 lainnya ke rumah sakit.
 
Berbicara dari tempat kejadian di televisi Kuba, Presiden Miguel Diaz-Canel mengatakan ledakan di Hotel Saratoga yang bersejarah tampaknya disebabkan oleh kebocoran gas.
 
“Dalam kasus apa pun itu bukan bom atau serangan,” kata Presiden Diaz-Canel, ketika meninggalkan rumah sakit Calixto Garcia di ibu kota, tempat banyak dari korban yang terluka dirawat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu hanya kecelakaan yang sangat disayangkan,” ujar Diaz-Canel, seperti dikutip dari the Straits Times, Sabtu 7 Mei 2022.
 
Ledakan itu tetap mengirimkan gelombang kepanikan singkat melalui lingkungan tua Havana yang bersejarah, yang secara bertahap mulai dibuka kembali untuk wisatawan setelah pandemi covid-19 menghantam sektor pariwisata penting pulau itu.
 
Ratusan warga Kuba dan turis berkumpul untuk menyaksikan di bawah terik matahari Karibia saat polisi mengepung area di sekitar hotel. Banyak yang berspekulasi tentang penyebab ledakan ketika ambulans dan petugas penyelamat membawa korban dari reruntuhan.
 
Ledakan Gas di Hotel Havana, 9 Orang Dilaporkan Tewas
Kehancuran akibat ledakan gas di Hotel Saratoga. Foto: AFP
 

TV pemerintah melaporkan upaya pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan mengatakan tidak jelas apakah korban tambahan masih terperangkap di puing-puing.
 
“Pemerintah belum mengumumkan kewarganegaraan para korban,” kata TV pemerintah.
 
“Hotel, bertempat di sebuah bangunan berusia lebih dari seabad, telah ditutup dan hanya pekerja yang berada di dalam pada saat ledakan,” ucap Roberto Enrique Calzadilla, perwakilan dari perusahaan yang dikelola militer yang mengoperasikan banyak dari hotel negara.
 
Dalam sebuah wawancara siaran, Calzadilla mengatakan hotel dengan 96 kamar itu akan dibuka kembali dalam beberapa hari ke depan dan para pekerja di lokasi sedang melakukan persiapan akhir.
 
Dia juga mengatakan kebocoran gas tampaknya menjadi penyebabnya.
 
"Para pekerja sedang melakukan perbaikan dan melakukan semua pekerjaan untuk membuka properti dan di pagi hari mereka memasok gas dan tampaknya beberapa kecelakaan menyebabkan ledakan," katanya.
 
Ledakan itu menyelimuti gedung dan jalan-jalan di sekitarnya dengan gumpalan asap hitam.
 
Polisi dan petugas penyelamat bergerak cepat untuk menutup beberapa gedung pemerintah di dekatnya, termasuk Capitolio yang bersejarah, atau gedung ibu kota.
 
Sebuah foto dari tempat kejadian menunjukkan setidaknya satu tubuh dengan kain putih di atasnya. Satu blok dari ledakan, seorang pria membawa seorang wanita yang berteriak kesakitan ke sebuah klinik, ketika para penonton memohon informasi tentang orang-orang terkasih.
 
Saratoga Hotel bergaya neoklasik direnovasi oleh perusahaan Inggris setelah jatuhnya Uni Soviet dan selama bertahun-tahun dianggap sebagai tempat menginap oleh pejabat pemerintah dan selebriti yang berkunjung.
 
Baru-baru ini, ia telah kehilangan sebagian kilaunya dengan pembukaan hotel baru di Havana, tetapi masih merupakan tempat bintang lima.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif