jacob Blake berbicara untuk kali pertama pada Minggu 6 September 2020 setelah dirinya ditembak polisi pada 23 Agustus. (Foto: Twitter/Ben Crump/BBC)
jacob Blake berbicara untuk kali pertama pada Minggu 6 September 2020 setelah dirinya ditembak polisi pada 23 Agustus. (Foto: Twitter/Ben Crump/BBC)

Jacob Blake Mengaku Kesakitan Selama 24 Jam

Internasional Penembakan Jacob Blake
Willy Haryono • 07 September 2020 11:06
Kenosha: Jacob Blake angkat bicara untuk kali pertama sejak pria kulit hitam itu ditembak polisi sebanyak tujuh kali dari arah belakang di kota Kenosha, Wisconsin, pada Agustus lalu. Ia mengaku terus merasa kesakitan pada setiap harinya.
 
Dalam sebuah video yang diunggah pengacara Ben Crump ke Twitter, Blake terlihat berbicara dari tempat tidur rumah sakit.
 
"Dua puluh jam, setiap 24 jam, saya hanya merasakan rasa sakit. Sakit saat bernapas, sakit saat tidur, sakit saat berpindah posisi di tempat tidur, dan bahkan sakit saat makan," kata Blake, dikutip dari laman 9News, Senin 7 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Blake, ayah enam anak, mengalami luka parah di bagian punggung. Satu dari tujuh peluru yang ditembakkan polisi mengenai bagian sumsum tulang belakang Blake.
 
"Kedua kaki, yang diperlukan untuk bergerak dan melanjutkan hidup, diambil begitu saja," sebut Blake, yang mendorong komunitas kulit hitam AS untuk tetap bersatu dan saling menjaga.
 
Pria 29 tahun itu ditembak polisi kulit putih pada 23 Agustus, usai berjalan menjauh dari aparat keamanan yang berusaha menangkap dirinya. Polisi bernama Rusten Sheskey melepaskan tembakan saat Blake membuka pintu mobilnya.
 
Penembakan Blake terekam dalam video yang diunggah ke internal. Penembakan tersebut memicu aksi protes masif di Kenosha dan beberapa kota lainnya.
 
Sheskey dan beberapa polisi lainnya dirumahkan untuk sementara waktu selama berlangsungnya proses investigasi oleh Departemen Hukum Wisconsin. Tidak ada satu pun dari mereka yang dikenai dakwaan.
 
Departemen Hukum Wisconsin mengatakan, sebuah pisau ditemukan di dalam kendaraan Blake. Namun tidak disebutkan apakah Blake memegang pisau itu saat Sheskey melepaskan tembakan.
 
Jumat kemarin, Blake muncul secara virtual di ruang pengadilan dari kamar rumah sakitnya. Ia mengaku tak bersalah atas beberapa dakwaan yang dilayangkan kepada dirinya sebelum penembakan. Salah satu dakwaan adalah mengenai tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif