Sekjen PBB Antonio Guterres. (Michael M. Santiago / Getty / AFP)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Michael M. Santiago / Getty / AFP)

Demi Masa Depan! Sekjen PBB Minta Semua Negara Hapus Senjata Nuklir

Willy Haryono • 27 September 2022 07:16
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak semua negara di dunia untuk menghapus senjata nuklir. Menurutnya, senjata semacam itu "tidak menawarkan keamanan, dan justru hanya menghadirkan pembantaian dan kekacauan."
 
Pernyataan disampaikan Antonio Guterres ketika Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan ancaman dalam perangnya melawan Ukraina.
 
Guterres membuat pernyataannya di sesi khusus Sidang Majelis Umum ke-77 PBB pada Senin kemarin, bertepatan di Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir yang telah diperingati setiap tahun sejak 2013.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perang Dingin pernah membawa umat manusia ke jurang kehancuran. Sekarang, beberapa dekade setelah runtuhnya Tembok Berlin, kita semua dapat mendengar sekali lagi 'suara pedang' nuklir," kata Guterres kepada Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS).
 
"Era pemerasan nuklir harus diakhiri. Gagasan bahwa negara mana pun dapat berperang dan memenangkan perang nuklir adalah sesuatu yang gila," sambung dia, dikutip dari laman UPI pada Senin, 26 September 2022.
 
"Pelucutan senjata nuklir bukanlah mimpi utopis. Saya mendesak semua negara untuk meredakan ketegangan, mengurangi risiko, dan membentuk konsensus baru seputar meredakan ancaman nuklir untuk kebaikan," tulis Guterres via Twitter usai berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. "Menghilangkan perangkat kematian ini sangat mungkin  dan penting untuk dilakukan."
 
Pekan lalu, Putin mengancam menggunakan senjata nuklir dalam invasi Rusia di Ukraina. Ia memperingatkan bahwa ancaman "itu bukan gertakan."
 
Baca:  Putin Ancam Pakai Nuklir, Indonesia Berharap Tak Jadi Kenyataan
 
Putin juga mengumumkan mobilisasi ratusan ribu tentara cadangan untuk mendukung operasi militer di Ukraina. Itu merupakan mobilisasi pertama yang diserukan Rusia sejak Perang Dunia II.
 
Amerika Serikat menyebut agresi militer Rusia di Ukraina sebagai sesuatu yang "keterlaluan." Washington pun mendesak PBB untuk melawan kampanye militer Rusia dan mendukung Ukraina.
 
Guterres mengatakan anggota PBB frustrasi dengan "lambatnya pelucutan senjata" dan khawatir tentang "konsekuensi kemanusiaan dari penggunaan senjata nuklir."
 
Bulan lalu, negara-negara yang menyepakati Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir telah gagal mencapai kesepakatan baru.
 
"Kami kecewa, tapi kami tidak akan menyerah," kata Guterres. "Saya mendesak semua negara untuk menggunakan setiap jalan dialog, diplomasi dan negosiasi untuk meredakan ketegangan, mengurangi risiko dan menghilangkan ancaman nuklir," pungkasnya.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif