Namun sayangnya, harapan itu kemungkinan tak akan terwujud.
Meski calon presiden Demokrat Joe Biden diyakini akan menang, Partai Republik diproyeksikan kembali memegang mayoritas Senat. Jumlah kursi mayoritas yang didapat Demokrat di DPR AS pun diproyeksikan tidak akan terlalu jauh selisihnya dari Republik.
Baca: Demokrat Diproyeksikan Perluas Mayoritas Kursi DPR AS
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 5 November 2020, walau jika Presiden AS Donald Trump pada akhirnya kalah, Biden diprediksi akan kesulitan menjalankan pemerintahan.
"Demokrat akan berjalan tertatih-tatih dan berdarah-darah," kata Meghan McCain, seorang kolumnis Republik yang kritis terhadap Trump.
Dalam penghitungan suara sementara, Biden unggul dibanding Trump. Biden telah mengantongi 264 suara electoral college dan 72.125.883 suara popular, sementara Trump hanya 214 electoral college dengan 68.780.928 suara popular.
Keduanya sama-sama masih menunggu hasil penghitungan demi mendapat sedikitnya 270 electoral college yang diperlukan untuk menang dalam pilpres AS.
Jika Trump kalah, tak peduli seberapa jauh selisihnya, ia akan menjadi presiden petahana pertama di AS yang gagal memenangkan pemilihan ulang sejak 1992.
Biden telah membalikkan keadaan di dua negara bagian yang dikuasai Trump empat tahun lalu, yakni Arizona dan Wisconsin. Ia juga menguasai Michigan dan bergerak menuju pembangunan kembali 'Tembok Biru' Demokrat. Warna biru merupakan atribut Demokrat, sementara Republik adalah merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News