Presiden tepilih AS Joe Biden sampaikan perpisahan kepada kampung halamannya Delaware, sebelum ke Washington. Foto: AFP
Presiden tepilih AS Joe Biden sampaikan perpisahan kepada kampung halamannya Delaware, sebelum ke Washington. Foto: AFP

Berangkat untuk Dilantik, Joe Biden Ucapkan Pidato Emosional ke Delaware

Internasional amerika serikat joe biden Pelantikan Joe Biden
Yogi Bayu Aji • 20 Januari 2021 06:48
Delaware: Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi emosional selama upacara perpisahan singkat di Delaware pada Selasa 19 Januari waktu setempat. Pidato diucapkannya sebelum menuju ke Washington untuk pelantikan sebagai Presiden ke-46 AS.
 
Menahan air mata saat merenungkan perjalanan panjangnya ke Gedung Putih dan mengenang anak laki-lakinya, Biden menunjukkan rasa harunya.
 
Biden berterima kasih kepada teman dan keluarga yang telah berkumpul untuk mengantarnya di pusat Garda Nasional dinamai putranya Beau. Beau meninggal akibat pada 2015 berkontribusi pada keputusan mantan Wakil Presiden itu tidak mencalonkan diri sebagai Presiden AS padapada 2016.
 
"Saat aku mati, Delaware akan tertulis di hatiku," kata Biden, suaranya bergetar karena emosi, seperti dikutip The New York Times, Rabu 20 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sangat pribadi bahwa perjalanan kami berikutnya ke Washington dimulai di sini, tempat yang mendefinisikan yang terbaik dari diri kami sebagai orang Amerika," ucapnya, seraya menambahkan Pasukan Garda Nasional membantu penegakan hukum dan menangani keadaan darurat domestik.
 
"Saya tahu ini adalah masa-masa gelap, tetapi selalu ada terang. Itulah yang paling diajarkan negara bagian ini kepada saya," kata Biden.
 
Biden, yang menjabat senator dari Delaware selama lebih dari tiga dekade dan gagal mencalonkan diri sebagai presiden dua kali sebelum menang pada November, mengatakan satu penyesalannya adalah bahwa Beau, yang menjabat sebagai jaksa agung di Delaware, tidak ada di sana.
 
"Kita harus memperkenalkan dia sebagai presiden," tutur Biden, air mata mengalir di wajahnya.
 
"Jangan bilang padaku hal-hal tidak bisa berubah. Mereka bisa, dan memang begitu. Saya benar-benar merasa terhormat menjadi presiden dan panglima tertinggi Anda berikutnya,” tegas Biden.
 
Setelah upacara, Biden terbang ke Washington untuk menghadiri peringatan Lincoln Memorial untuk para korban covid-19. Dia akan bermalam di Blair House, wisma resmi presiden, sebelum dia dilantik pada Rabu waktu AS atau Kamis pagi dini hari waktu Indonesia dan pindah ke Gedung Putih.
 
(OGI)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif