Presiden AS Joe Biden rayakan Idulfitri di Gedung Putih./AFP
Presiden AS Joe Biden rayakan Idulfitri di Gedung Putih./AFP

Pertama Kalinya Sejak Jadi Presiden, Biden Rayakan Idulfitri di Gedung Putih

Internasional Amerika Serikat joe biden muslim world Idulfitri 1443
Marcheilla Ariesta • 03 Mei 2022 13:25
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turut merayakan Idulfitri di Gedung Putih. Kegiatan ini dilakukan setelah pendahulunya, Donald Trump membatalkan kegiatan tersebut.
 
Berbicara kepada ratusan hadirin di Ruang Timur, Biden mengatakan, saat menjadi calon presiden ia pernah berjanji akan kembali membawa perayaan Idulfitri di Gedung Putih. Sayangnya, karena pandemi covid-19, perayaan ini tahun lalu digelar virtual.
 
"Hari ini, di seluruh dunia, kita telah melihat begitu banyak Muslim yang menjadi sasaran kekerasan," kata Biden, dikutip dari The Olympian, Selasa, 3 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak seorang pun, tidak ada yang boleh mendiskriminasi atau ditindas, atau ditekan, karena keyakinan agama mereka," tegasnya.
 
Ia mengatakan, harus diakui masih banyak pekerjaan yang diselesaikan terkait dengan diskriminasi agama, baik di dalam maupun luar negeri.
 
Baca juga: Daftar Negara yang Merayakan Idulfitri Pada 3 Mei 2022
 
"Muslim membuat bangsa kita lebih kuat setiap hari, bahkan ketika mereka masih menghadapi tantangan dan ancaman nyata dalam masyarakat kita, termasuk kekerasan yang ditargetkan dan Islamofobia," sambung Biden.
 
Perayaan Idul Fitri telah dilakukan oleh Presiden sejak pemerintahan Clinton, hingga era Donald Trump yang tidak mengadakan acara formal. 
 
Trump malah merilis pernyataan yang menandai liburan, termasuk pada 2020, ketika ia mengatakan tentang Muslim. "Kami berharap mereka menemukan kenyamanan dan kekuatan dalam kekuatan penyembuhan dari doa dan pengabdian," ucap Trump kala itu.
 
Biden mengatakan, dia baru-baru ini menominasikan perempuan Muslim pertama ke bangku federal. Langkahnya ini sebagai bagian dari komitmen untuk membangun pemerintahan yang menghargai keragaman.
 
Dia juga bercanda membandingkan puasa Ramadan dengan iman Katoliknya. Dia membuat pengorbanan besar untuk Prapaskah termasuk harus 'pergi 40 hari' dengan tanpa permen dan tanpa es krim.
 
Imam Masjid Muhammad di Washington, Talib Shareef mengatakan pertemuan di Gedung Putih kali ini cukup istimewa.
 
"Menjadi tuan rumah di sini adalah pernyataan penting bagi bangsa kita dan dunia," tuturnya.
 
"Pernyataan bahwa Islam adalah bagian yang disambut baik oleh bangsa kita bersama dengan semua tradisi agama lainnya. Dan bahwa jabatan tertinggi di negeri ini berkomitmen pada nilai-nilai dan hukum dasar negara yang melindungi kebebasan beragama," kata Shareef.
 
Ibu Negara AS, Jill Biden juga mendapat tepuk tangan meriah ketika mengatakan, kegembiraan dalam perayaan itu lahir dari cinta. "Dan cinta ini untuk keluarga kami, komunitas kami, dan komunitas ini," pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif