Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO, Mohamad Oemar. Foto: KBRI Paris
Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO, Mohamad Oemar. Foto: KBRI Paris

Indonesia Ikut Tandatangani Perjanjian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran Dunia

Marcheilla Ariesta • 28 Januari 2022 07:49
Paris: Indonesia secara resmi menandatangani Convention on the International Organization for Marine Aids to Navigation (IOMAN) di Saint-Germain-enLaye, Prancis. Penandatanganan dilakukan Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO, Mohamad Oemar,
 
Upacara penandatanganan Konvensi IOMAN dihadiri oleh perwakilan dari 45 negara. Sebagai negara yang ikut menandatangani Konvensi tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara pendiri IOMAN, atau Organisasi Internasional Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
 
"Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar dunia perlu berkontribusi dalam kerja sama pengembangan dan pemajuan sarana bantu navigasi pelayaran di tingkat internasional melalui IOMAN," kata Dubes Mohamad Oemar, dikutip dari pernyataan KBRI Paris, Kamis, 27 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konvensi IOMAN merupakan hasil konferensi International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA) di Kuala Lumpur, 25-28 Februari 2020. IALA adalah organisasi nirlaba yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan keselamatan dan efisiensi navigasi laut melalui pengembangan dan harmonisasi sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) di seluruh dunia.
 
Konferensi Kuala Lumpur menyepakati peningkatan status IALA menjadi suatu organisasi internasional antar-pemerintah bernama International Organization for Marine Aids to Navigation (IOMAN).
 
Sebagai negara anggota IALA sejak 1975, Indonesia telah menerima berbagai manfaat, antara lain melalui penerimaan hasil riset IALA untuk mengembangkan SBNP, perolehan asistensi teknis pengelolaan SBNP dan perkembangan terbaru di bidang perkapalan, hidrografi, dan pengendalian lalu lintas kapal, pengakuan internasional terhadap fasilitas SBNP di Indonesia dan biaya asuransi pengiriman fasilitas yang lebih terjangkau, serta berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan IALA.
 
Penandatanganan tersebut merupakan wujud konkret dukungan Indonesia terhadap penguatan status organisasi IALA menjadi organisasi internasional antar pemerintah, yang diyakini dapat semakin meningkatkan tata kelola keselamatan pelayaran dunia yang lebih baik.
 
Sebanyak 50 negara menjadi penandatangan Konvensi tersebut dan akan mulai berlaku setelah 30 negara melakukan ratifikasi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif