Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP
Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP

WHO Inginkan Penggunaan Booster Vaksin Covid-19 Ditunda

Internasional Virus Korona WHO pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Fajar Nugraha • 05 Agustus 2021 10:22
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan penghentian sementara penggunaan booster atau penguat vaksin covid-19. Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus setidaknya moratorium dilakukan hingga setidaknya akhir September.
 
“Langkah itu untuk memungkinkan setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara divaksinasi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros, seperti dikutip AFP, Kamis 5 Agustus 2021.
 
Seruan untuk menghentikan booster vaksin covid-19 kali ini adalah yang terkuat dari badan PBB karena kesenjangan antara tingkat inokulasi di negara-negara kaya dan miskin melebar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya memahami keprihatinan semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta. Tetapi kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global untuk menggunakan lebih banyak lagi," tambah Tedros.
 
Negara-negara berpenghasilan tinggi memberikan sekitar 50 dosis untuk setiap 100 orang pada Mei, dan jumlah itu meningkat dua kali lipat, menurut WHO. Negara-negara berpenghasilan rendah hanya mampu memberikan vaksinasi 1,5 dosis untuk setiap 100 orang, karena kurangnya pasokan.
 
“Kami membutuhkan pembalikan yang mendesak, dari sebagian besar vaksin masuk ke negara-negara berpenghasilan tinggi, ke sebagian besar ke negara-negara berpenghasilan rendah,” tegas Tedros.
 
Beberapa negara telah mulai menggunakan atau mulai menimbang kebutuhan akan dosis booster.
 
Jerman mengatakan, pada Senin bahwa pada September akan mulai menawarkan suntikan pendorong kepada orang-orang yang rentan. Uni Emirat Arab juga akan mulai memberikan suntikan booster untuk semua orang yang divaksinasi lengkap yang dianggap berisiko tinggi, tiga bulan setelah dosis vaksin kedua mereka, dan enam bulan untuk orang lain.
 
Pekan lalu, Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin virus korona, memulai kampanye untuk memberikan dosis booster kepada orang berusia di atas 60 tahun di negara itu.
 
Amerika Serikat pada  Juli menandatangani kesepakatan dengan Pfizer Inc-BioNTech untuk membeli 200 juta dosis tambahan vaksin covid-19. Vaksin ini akan digunakan untuk membantu vaksinasi anak serta kemungkinan suntikan booster. Regulator kesehatan AS masih menilai perlunya dosis booster.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif