Badai Ian menghantam wilayah Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP
Badai Ian menghantam wilayah Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP

Terjebak di Badai Ian dan Melihat Kehancuran, Warga Nyesal Tidak Mengungsi

Medcom • 29 September 2022 19:05
Florida: Beberapa warga Florida, Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk mengabaikan perintah evakuasi dari negara bagian dan menghindari Badai Ian di rumah yang menghantam pada Rabu 28 September 2022 sore waktu setempat. Badai Ian ini sendiri telah dikategorikan sebagai badai Kategori 4 yang telah menyebabkan kerusakan besar. 
 
Debbie Levenson, seorang penduduk Fort Myers sebenarnya menganggap serius badai ini. Namun, dia dan keluarganya berusaha untuk tetap tenang dan melakukan apa yang perlu mereka lakukan untuk keluar dari badai.
 
"Anda mendapatkan persediaan serta pastikan Anda memiliki senter dan mencuci pakaian Anda sebelumnya jika Anda kehilangan daya listrik. Kami sendiri membeli air kemasan dan anggur. Kami memasukkan bensin ke dalam mobil," ujar Levenson kepada ABC News, seperti yang dikutip dalam laman Yahoo News, pada Kamis, 29 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Levenson sendiri merupakan salah satu dari lebih dari 1 juta penduduk Florida yang telah kehilangan listrik karena badai Ian telah menghantam negara bagian, membawa angin kencang dan gelombang badai yang berbahaya.
 
"Ada banyak angin dan tidak banyak hujan," ujar Levenson.
 
Sementera itu, penduduk Fort Myers lainnya, Joe Orlandini memutuskan untuk tetap tinggal saat badai Ian mendekati Florida. Ia mengatakan kepada Gio Benitez dari ABC News bahwa tidak ada lagi yang tersisa ketika situasinya memburuk.
 
"Sulit dipercaya. Ada sebuah rumah duduk di halaman depan kami, tempat kami berada. Itu dihantam oleh tiang listrik," kata Orlandini, kepada ABC News
 
Terjebak di Badai Ian dan Melihat Kehancuran, Warga Nyesal Tidak Mengungsi
Kapal milik warga yang terhempas akibat Badai Ian di Florida. Foto: AFP
 
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa mobil miliknya hanyut. Orlandini, Ia pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari badai tersebut karena dia pikir badai itu akan bergerak lebih jauh ke utara. 
 
Dia mengatakan bahwa biasanya dia merasa aman. Akan tetapi, dia khawatir terkait jendela di rumahnya karena angin adalah satu-satunya hal terakhir yang dia pikir jendelanya dapat terima. 
 
"Ini semakin menakutkan," ujar Orlandini.
 
Tidak hanya Orlandini, Denise Hudson yang tinggal di Coral Gables juga mengatakan kepada ABC News bahwa dia siap untuk yang terburuk. Namun, dirinya tetap berharap yang terbaik ketika dirinya telah menyerah saat Badai Ian menghantam daerah tersebut.
 
Kami memiliki satu bagian dari rumah yang aman dari badai dan sisanya telah kami tutupi dengan kayu," ujar Hudson.
 
Angin kencang menyebabkan puing-puing beterbangan di dekat rumah Hudson dan bahkan merobohkan pohon palem di halaman belakang rumahnya. Sementara itu, Vanessa dan Tim Lahaie keluar dari badai bersama putri mereka yang berusia 9 tahun, di Seminole, Florida.
 
"Saat ini, badai cukup tenang, tetapi kami telah melihat angin kencang saat malam berlalu. Jadi, kami tahu kami akan bersiap untuk malam yang lebih lama," ujar Tim Lahaie.
 
Badai Ian sendiri memicu terjadinya longsor kedua di selatan Punta Gorda pada Rabu sore dengan angin berkelanjutan maksimum 233 kilometer per jam. Tidak sampai di situ, Badai Ian menghantam pertama kali di pulau penghalang dekat Cayo Costa tepat setelah pukul 15.00 sore pada Rabu. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif