Joe Biden berhadapan dalam Debat Pertama Presiden AS Selasa 29 September. Foto: AFP
Joe Biden berhadapan dalam Debat Pertama Presiden AS Selasa 29 September. Foto: AFP

Ketika Insyaallah Keluar dari Mulut Joe Biden saat Hadapi Trump

Internasional joe biden donald trump Pilpres AS 2020 Debat Presiden Amerika
Fajar Nugraha • 01 Oktober 2020 09:57
Cleveland: Pada saat debat Presiden Amerika Serikat (AS) berlansung Selasa 29 September 2020 malam, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden terdengar mengucapkan ‘Insyaallah’ saat menanggapi Donald Trump.
 
Saat moderator Chris Wallace menekan Donald Trump yang tidak membayar pajak selama 10 tahun, pengusaha properti itu mengaku tidak mau membayar pajak. Namun Trump menegaskan telah membayar pajak hingga jutaan dolar.
 
Kenyataannya Trump disebut-sebut oleh The New York Times hanya membayar pajak sebesar USD750 atau Rp11 juta pada 2016-2017. Saat diminta mengenai bukti pengembalian pajak, Trump menegaskan akan memberikannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian ini di mana Biden menimpali Trump dengan: “Kapan? Insyaallah?”.
 
Dalam bahasa sehari-hari, “Insyaallah” berfungsi sebagai respons yang tidak berkomitmen terhadap sebuah pertanyaan. Secara harfiah, istilah “Insyaallah" terdiri dari tiga kata Arab (In sha 'Allah) yang diterjemahkan menjadi "jika Tuhan menghendakinya".
 
“Ini mungkin bisa dilihat sebagai padanan Muslim yang berarti, ‘Manusia berencana, dan Allah menentukan,” sebut paparan CNN, Kamis 1 Oktober 2020.
 
Namun ketika kata itu keluar dari mulut Joe Biden, justru membuat kehebohan di internet. Lawan-lawan Biden langsung mencibirnya dan menyebut dia seorang Muslim. Tetapi ini dibantah oleh seorang pengacara Muslim, Wajahat Ali.
 
"Ya, Joe Biden mengatakan 'Insyaallah' saat debat. Mengatakan Insyaallah tidak membuat Anda menjadi Muslim,” tegas Wajahat Ali.
 
Jadi, ketika Biden memanggil Presiden karena alasan waktunya yang tidak jelas terkait pengembalian pajak yang telah lama dijanjikan, “Insyaallah" tampaknya tepat untuk mereka yang berpengalaman dalam budaya Muslim dan Arab. Trump tidak pernah merilis pengembalian pajaknya ke publik, sesuatu yang tidak sejalan dengan kandidat presiden dan petahana dari Partai Republik dan Demokrat sebelumnya.
 
Sementara banyak yang melihat penggunaan frasa Biden sebagai pembenaran atas pengalaman mereka sendiri. Pihak lain melihatnya sebagai penghinaan dan menggambarkan stereotip budaya tentang dunia Muslim dan Arab.
 
Bagi banyak orang di dunia Muslim dan Arab, frasa tersebut mempertahankan tujuan spiritual aslinya. Jauh dari memberikan izin untuk perilaku yang berubah-ubah. ‘Insyaallah’ merupakan pelepasan kendali atas yang tidak dapat dikendalikan. Bagi banyak orang, mengucapkan frasa tersebut merupakan latihan kerendahan hati.
 
"Sangat mengecewakan bahwa hal terbaik dari kampanye Biden yang tampaknya dapat ditawarkan kepada Muslim Amerika di tengah peningkatan kekerasan Islamofobia adalah 'insyaallah' yang diterapkan secara tidak tepat dan tidak tepat dalam perdebatan," pungkas aktivis politik Meriam Masmoudi.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif