Dewan Keamanan PBB (DK PBB) inginkan akhiri konflik di Myanmar. Foto: AFP
Dewan Keamanan PBB (DK PBB) inginkan akhiri konflik di Myanmar. Foto: AFP

Dewan Keamanan PBB Desak Akhiri Kekerasan di Myanmar

Internasional Myanmar Kudeta Myanmar Junta Myanmar DK PBB
Medcom • 11 November 2021 18:31
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyatakan, keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan di seluruh Myanmar. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 10 November 2021.
 
Selain itu, dalam sebuah pernyataan langka, yang disetujui oleh 15 anggota, mereka menyerukan segera mengakhiri pertempuran dan bagi militer untuk menahan diri sepenuhnya.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 11 November 2021, laporan terkait penumpukan senjata berat dan pasukan di negara bagian Chin menunjukkan, serangan tentara yang akan segera terjadi untuk mengusir sejumlah kelompok milisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelompok tersebut dibentuk setelah militer menggulingkan pemerintah terpilih, Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada 1 Februari,
 
“Anggota Dewan Keamanan menyatakan, keprihatinan mendalam atas kekerasan lebih lanjut baru-baru ini di seluruh Myanmar. Mereka menyerukan penghentian segera kekerasan dan untuk memastikan keselamatan warga sipil,” kata pernyataan tersebut.
 
Junta Myanmar diketahui tidak berkomentar mengenai situasi di Chin, wilayah perbatasan yang bergejolak dan telah menjadi garis depan perlawanan terhadap kekuasaan militer.
 
Sejak kudeta, Myanmar telah dilumpuhkan oleh protes dan kekerasan. Junta berjuang untuk memerintah dan menghadapi perlawanan bersenjata dari milisi dan pemberontak etnis minoritas yang bersekutu dengan pemerintah bayangan, disebutnya ‘teroris’.
 
“Anggota Dewan Keamanan mengulangi keprihatinan mendalam mereka pada perkembangan di Myanmar menyusul deklarasi keadaan darurat yang diberlakukan pada 1 Februari, dan seruan mereka pada militer untuk menahan diri sepenuhnya,” jelas pernyataan tersebut, yang dirancang oleh Inggris.
 
Mereka menambahkan dalam pernyataan, mendorong dilakukannya dialog dan rekonsiliasi sesuai dengan keinginan dan kepentingan rakyat Myanmar.
 
Dewan Keamanan PBB juga menyerukan, akses kemanusiaan penuh, aman, dan tanpa hambatan ke semua orang yang membutuhkan perlindungan, keselamatan, keamanan personel kemanusiaan, serta medis. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif