Annalena Baerbock menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama Jerman. Foto: AFP
Annalena Baerbock menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama Jerman. Foto: AFP

Annalena Baerbock Jadi Menlu Perempuan Pertama Jerman

Internasional politik jerman jerman Annalena Baerbock
Fajar Nugraha • 26 November 2021 12:07
Berlin: Wakil Pemimpin Partai Hijau (Alliance 90), Annalena Baerbock akan menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama Jerman. Pernyataan ini diumumkan oleh partainya pada Kamis, 25 November 2021, saat pemerintahan koalisi yang akan datang di Jerman mulai terbentuk.
 
Dilansir dari Yahoo News, Jumat, 26 November 2021, ibu dua anak berusia 40 tahun tersebut diperkirakan akan mengambil peran pada awal Desember mendatang. Tepatnya setelah pemerintahan baru yang terdiri dari Sosial Demokrat (SPD), FDP liberal, dan Partai Hijau secara resmi dilantik.
 
Baerbock diketahui telah mengisyaratkan sikap yang lebih tegas terhadap Tiongkok dan Rusia. Hal tersebut menempatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum di pusat diplomasi Jerman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manajer Partai Hijau Jerman, Michael Kellner mengatakan, Robert Habeck telah ditunjuk untuk mengepalai “super ministry" yang mengelompokkan ekonomi, energi, dan perlindungan iklim. Habeck juga akan menjadi wakil rektor.
 
Meskipun Baerbock, mantan pemain trampolin peraih medali gagal dalam upayanya untuk menggantikan mantan Kanselir Jerman, Angela Merkel dalam pemilihan September. Namun,  Baerbock tetap memimpin partainya dengan skor rekor 15 persen.
 
Hasil tempat ketiga membuka jalan bagi Partai Hijau untuk kembali memerintah setelah 16 tahun di oposisi. Dimana dalam koalisi tiga arah baru dengan Olaf Scholz dari SPD sebagai calon kanselir berikutnya.
 
Tiga partai yang dikenal sebagai aliansi “traffic light”, setelah warna partai mereka mengungkapkan kesepakatan koalisi mereka pada Rabu, serta pembagian jabatan menteri.
 
Kesepakatan tersebut diketahui masih harus disahkan secara formal oleh ketiga pihak, yang diharapkan hanya formalitas. Scholz akan dilantik oleh Bundestag dalam minggu mulai 6 Desember mendatang.
 
Adapun lima pos kabinet telah dialokasikan untuk Partai Hijau. Meskipun penunjukan Baerbock dan Habeck secara luas diharapkan, partai tersebut jatuh ke dalam perebutan kekuasaan di menit-menit terakhir terkait siapa yang akan mengisi tiga pekerjaan yang tersisa.
 
Sesuai dengan janji Scholz, kabinet berikutnya akan memiliki kesetaraan gender, hanya satu dari ketiganya yang bisa dipilih oleh seorang pria. Perjanjian tersebut mengadu sayap radikal “Fundi” partai melawan kubu “Realos” Baerbock dan Habeck yang lebih pragmatis dan sentris.
 
Perselisihan diselesaikan dalam pembicaraan malam pada Kamis. Kellner mengumumkan, anggota parlemen populer, Cem Ozdemir yang memiliki keturunan Turki akan memimpin kementerian pertanian. Ozdemir berasal dari kubu “Realos”.
 
Beberapa pilihan menteri utama lainnya pun telah terungkap dalam beberapa hari terakhir. Pemimpin FDP, Christian Lindner yang merupakan elang anggaran siap untuk menjadi menteri keuangan baru yang memimpin ekonomi utama Uni Eropa (UE).
 
Pakta koalisi pemerintah yang akan datang mencakup janji untuk membelanjakan banyak anggaran guna perlindungan iklim. Selain itu, perlindungan infrastruktur, sambil tetap berpegang pada batas utang yang dikenakan sendiri oleh Jerman.
 
Jerman, yang dihadapkan dengan keganasan gelombang keempat infeksi virus corona disebut tengah melewati seratus ribu angka kematian covid-19 pada Kamis. Mereka juga berjanji untuk membuat tim krisis untuk mengatasi pandemi.
 
Namun, Merkel mengisyaratkan, ia tidak berpikir upaya saat ini berjalan cukup jauh. Mantan kanselir berusia 67 tahun tersebut mengatakan pada Kamis, “setiap hari penting” dan tindakan cepat diperlukan untuk mencegah rumah sakit kewalahan. (Nadia Ayu Soraya)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif