Unjuk rasa mendukung Palestina berlangsung di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP
Unjuk rasa mendukung Palestina berlangsung di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP

Boneka Bayi Terkafani Jadi Simbol Warga New York Unjuk Rasa Solidaritas Palestina

Fajar Nugraha • 29 Desember 2023 07:41
New York: Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Kota New York, Amerika Serikat (AS) untuk menyatakan solidaritas terhadap Palestina. Massa mengenang ribuan anak-anak yang dibunuh oleh Israel dalam 82 hari terakhir.
 
Para pengunjuk rasa melakukan demonstrasi diam dan juga membawa model bayi yang diselimuti kain putih menandakan kain kafan.
 
“Model-model tersebut ditempatkan di Times Square untuk melambangkan pembunuhan hampir 9.000 anak oleh Israel sejak 7 Oktober,” laporan dari TRT World, Jumat 29 Desember 2023.
 
Baca: Protes Pro-Palestina Blokir Jalanan Dua Bandara AS, Puluhan Orang Ditangkap.


Protes hampir setiap malam terjadi di kota-kota di seluruh Amerika Serikat sejak perang Israel di Gaza.
 
Di New York, penyelenggara pro-Palestina telah menanggapi meningkatnya jumlah korban tewas di Gaza dengan meningkatkan tindakan yang bertujuan mengganggu beberapa acara paling terkenal di kota tersebut, termasuk Parade Hari Thanksgiving Macy dan upacara penyalaan pohon tahunan di Rockefeller Center.

Serangan dekat rumah sakit

Khan Younis, tempat pasukan Israel maju bulan ini setelah gencatan senjata gagal pada 1 Desember, juga dibom besar-besaran pada Kamis pagi dari pesawat tempur dan tank di dekat rumah sakit al-Amal, sebelah barat posisi Israel.
 
Bulan Sabit Merah Palestina, yang mengelola rumah sakit tersebut dan memiliki kantor pusat di dekatnya mengatakan, 10 warga Palestina tewas dan 12 lainnya terluka dalam satu pemboman di sana. Sementara serangan ketiga yang menargetkan area sekitar rumah sakit dalam waktu kurang dari satu jam.
 
Boneka Bayi Terkafani Jadi Simbol Warga New York Unjuk Rasa Solidaritas Palestina
Unjuk rasa menuntut gencatan senjata di Gaza berlangsung di New York. Foto: AFP
 
Warga mengatakan, mereka percaya pasukan Israel ini mencoba memprovokasi eksodus baru sebelum serangan darat lebih lanjut.
 
Di dekat Rumah Sakit Nasser, pusat medis utama di Khan Younis dan terbesar yang masih berfungsi di Gaza, perempuan dan anak-anak menjerit ketika korban tewas dan terluka dibawa masuk.
 
Seorang balita terbaring tak bergerak di ranjang bayi, sementara petugas medis mencoba menyelamatkannya. Salah satu dokter mengangguk "tidak", menandakan anak itu sudah meninggal.
 
Israel melaporkan tiga tentaranya tewas, sehingga jumlah korban dalam kampanye darat menjadi 169 orang. Seminggu terakhir ini Israel mengalami kerugian terbesar dalam perang tersebut sejauh ini.
 
Hampir semua dari 2,3 juta penduduk Gaza telah diusir dari rumah mereka setidaknya sekali dan beberapa kali. Hanya segelintir rumah sakit yang masih berfungsi.
 
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, militer Israel mengatakan mereka “menyesal atas korban jiwa yang ditimbulkan terhadap warga sipil yang tidak terlibat” akibat serangan udara pada 24 Desember di kamp pengungsi Maghazi yang menewaskan 70 orang, menurut kementerian kesehatan Palestina.
 
Pernyataan itu mengatakan pesawat-pesawat tempur menyerang dua sasaran yang berdekatan dengan tempat pejuang Hamas beroperasi, dan penyelidikan awal menunjukkan bangunan-bangunan lain di dekatnya juga terkena serangan, "yang kemungkinan menyebabkan kerugian yang tidak disengaja terhadap warga sipil tambahan yang tidak terlibat".
 
"IDF bertindak untuk menarik kesimpulan dan mengambil pelajaran dari peristiwa ini,” sebut Kementerian Kesehatan Palestina.
 
Kementerian Kesehatan Palestina mengecam serangan itu sebagai pembantaian di lapangan perumahan yang padat penduduk.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan