Jacob Blake (kanan bawah) hadir secara virtual di ruang pengadilan dari tempat tidur rumah sakit, Jumat 4 September 2020. (Foto: BBC/Zoom)
Jacob Blake (kanan bawah) hadir secara virtual di ruang pengadilan dari tempat tidur rumah sakit, Jumat 4 September 2020. (Foto: BBC/Zoom)

Jacob Blake Muncul di Pengadilan dari Kamar Rumah Sakit

Internasional Penembakan Jacob Blake
Willy Haryono • 05 September 2020 10:04
Kenosha: Jacob Blake, pria kulit hitam Amerika Serikat yang penembakannya oleh polisi telah memicu gelombang aksi unjuk rasa, mengaku tak bersalah atas beberapa dakwaan kriminal yang dialamatkan kepada dirinya sebelum insiden di kota Kenosha.
 
Blake, yang berada di rumah sakit dalam kondisi lumpuh, dituding telah melakukan beberapa aksi kriminal berdasarkan pernyataan dari seorang mantan kekasihnya.
 
Gugatan kriminal dilayangkan kepada Blake pada Juli lalu, dan tidak terkait dengan penembakan terhadap dirinya oleh polisi di Kenosha, Wisconsin, pada 23 Agustus. Persidangan dugaan kasus kriminal terhadap Blake akan digelar tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut gugatan kriminal itu, Blake dituding melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan pada Mei lalu. Perempuan itu mengatakan bahwa Blake, 29, mencuri kunci mobil dan kartu debit miliknya, sebelum kemudian melarikan diri.
 
Berdasarkan catatan Kantor Kejaksaan Distrik Kenosha County, polisi hendak menangkap Blake berdasarkan gugatan tersebut pada tanggal 23 Agustus, hari terjadinya penembakan.
 
Dikutip dari laman BBC, Sabtu 5 September 2020, Blake menggunakan aplikasi Zoom untuk muncul secara virtual di ruang pengadilan dari tempat tidur rumah sakit.
 
Blake mengaku tak bersalah, dan seorang komisaris lokal memutuskan bahwa tidak ada cukup bukti untuk melanjutkan gugatan kriminal itu ke persidangan lanjutan.
 
Dalam gugatan kriminal itu, nama mantan kekasih Blake tidak disebutkan.
 
Penembakan 23 Agustus
 
Seorang polisi tujuh kali menembak Blake dari arah belakang pada 23 Agustus. Penembakan dilakukan saat tiga anak Blake duduk di mobil dekat ayah mereka.
 
Serikat Kepolisian Kenosha mengatakan, Blake membawa sebilah pisau pada saat kejadian. Tim investigator mengatakan pisau itu ditemukan di dalam mobilnya.
 
Menurut laporan ABC News, polisi mendatangi lokasi tempat Blake berada dalam merespons sebuah laporan mengenai kekerasan domestik. Jaksa Agung Wisconsin Josh Kaul mengatakan, petugas datang usai seorang perempuan mengeluhkan kedatangan Blake.
 
Saat tiba di lokasi, polisi berusaha menahan Blake dengan menggunakan senjata taser. Namun karena tidak efektif, petugas terus mengikuti gerakan Blake, sebelum akhirnya melepaskan tujuh tembakan karena Blake dianggap hendak menyerang dengan menggunakan pisau.
 
Baca: Biden Dengarkan Kesaksian Jacob Blake yang Ditembak Polisi AS
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif