Pertemuan Dewan Keamanan PBB./AFP
Pertemuan Dewan Keamanan PBB./AFP

Rusia akan Boikot Pertemuan DK PBB dengan Komite Uni Eropa

Internasional ukraina rusia DK PBB Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 04 Mei 2022 16:16
New York: Rusia akan memboikot pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB hari ini, Rabu, 4 Mei 2022. Pertemuan DK PBB kali ini akan berlangsung dengan Komite Politik dan Keamanan (PSC) Uni Eropa.
 
Menurut sumber diplomatik Rusia, keputusan Moskow ini terkait dengan situasi di Ukraina. Sementara itu, seorang diplomat Barat mengatakan bahwa mereka tidak ingat Rusia memboikot pertemuan Dewan Keamanan sejak menyerbu Ukraina pada 24 Februari.
 
Pertemuan informal tahunan antara dewan dan PSC belum diadakan sejak 2019 karena pandemi covid-19. Pertemuan hari ini diharapkan membahas interaksi Uni Eropa dengan PBB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak Rusia menginvasi Ukraina, hubungan antara Moskow dengan negara lain di PBB menurun dengan cepat.
 
Rusia, yang merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, telah digulingkan dari beberapa badan PBB, termasuk dewan hak asasi manusia.
 
Baca juga: Intelijen Ukraina Ungkap Rusia Persiapkan Mobilisasi Besar-besaran
 
Pada konferensi pers kemarin, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, yang negaranya akan menjadi presiden Dewan Keamanan pada Mei ini, mengatakan dewan tersebut terus berfungsi secara normal.
 
"Kami sukses secara signifikan dalam 'mengisolasi Rusia' sejak invasi mereka," kata Thomas-Greenfield, dikutip dari AFP.
 
"Kami berhasil menyatukan suara-suara yang mengutuk Rusia di Majelis Umum, tetapi itu terjadi karena ada begitu banyak dukungan untuk itu di Dewan Keamanan," lanjutnya.
 
Greenfield mencatat, Rusia lolos dari kecaman dewan pada akhir Februari karena hak vetonya.
 
"Rusia terisolasi di Dewan Keamanan, dan setiap kali kami berdiskusi di Dewan Keamanan terkait dengan Rusia, mereka bersikap defensif dan kami akan terus mempertahankan mereka sampai mereka mengakhiri serangan brutal mereka terhadap Ukraina," pungkas Greenfield.
 
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif