Lokasi penembakan di Gereja California, Amerika Serikat (AS). Foto: AFP
Lokasi penembakan di Gereja California, Amerika Serikat (AS). Foto: AFP

Pelaku Penembakan di Gereja AS Diketahui 'Benci' Taiwan

Marcheilla Ariesta • 17 Mei 2022 18:13
Los Angeles:  Seorang pria menggembok sebuah gereja dan menembaki jemaah Taiwan-Amerika. Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.
 
Penyelidik Amerika Serikat (AS) mengatakan, penembakan ini dimotivasi oleh kebencian terhadap Taiwan dan penduduknya.
 
David Chou menutup pintu dengan menggunakan rantai dan lem super saat lusinan umat paroki menikmati perjamuan pasca kebaktian di gereja di Laguna Woods, dekat Los Angeles. Pria berusia 68 tahun, yang adalah warga negara Amerika itu, juga menyembunyikan tas berisi bom Molotov dan amunisi cadangan di sekitar gedung, sebelum melepaskan tembakan dengan dua pistol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 1 Orang Tewas 4 Terluka dalam Penembakan di Gereja California.
 
Menurut penyelidik, yang dilakukan Chou adalah upaya metodis untuk melakukan pembantaian.
 
"Kami tahu bahwa dia merumuskan strategi yang ingin dia terapkan," kata Sheriff Orange County, Don Barnes, dikutip dari AFP, Senin, 17 Mei 2022.
 
"Sudah dipikirkan dengan sangat matang dari bagaimana dia mempersiapkan, baik itu berada di sana, mengamankan lokasi, menempatkan barang-barang di dalam ruangan untuk mengabadikan korban tambahan jika ada kesempatan," tambahnya.
 
Chou diketahui bekerja sebagai penjaga keamanan di Las Vegas. "Ia melancarkan serangan karena kebencian bermotivasi politik, serta kesal dengan ketegangan politik antara Tiongkok dan Taiwan," ujar Barnes.
 
Sheriff Barnes mengatakan, Chou adalah warga negara AS yang berimigrasi dari Tiongkok. Sementara itu, seorang pejabat di kantor perdagangan Taiwan di Los Angeles mengatakan, ia lahir di pulau itu pada 1953.
 
Taiwan telah diperintah secara independen sejak berakhirnya perang saudara pada 1949. Taiwan memiliki pemerintahan sendiri yang dipilih secara demokratis dan militer yang kuat.
 
Tiongkok mengklaim pulau itu sebagai miliknya, bersikeras bahwa Taiwan adalah provinsi 'pemberontak' yang suatu hari akan dibawa kembali.
 
Rincian muncul tentang kepahlawanan seorang jemaat paroki, yang menyerang Chou saat dia mulai menembak. John Cheng yang adalah seorang dokter, menindih Chou dalam upaya untuk menjatuhkannya ke tanah, membiarkan orang lain mengikatnya sampai polisi tiba.
 
"Tanpa tindakan Dr. Cheng tidak diragukan lagi akan ada banyak korban tambahan dalam kejahatan ini," kata Barnes.
 
"Sayangnya, setelah Dr. Cheng menangani tersangka, dia terkena tembakan dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian," sambung dia.
 
Sebanyak lima orang lainnya yang terluka dalam serangan itu dibawa ke rumah sakit.  Mereka berusia antara 66 hingga 92 tahun.
 
Penembakan terjadi hanya 24 jam setelah seorang pria bersenjata membunuh sepuluh orang di Buffalo, yang juga diselidiki sebagai serangan rasis.
 
Kekerasan senjata sangat umum terjadi di Amerika Serikat, di mana senjata mematikan tersedia dan lobi senjata yang kuat bekerja untuk mencegah kontrol atas penjualan dan distribusinya.
 
Lebih dari 45.000 orang Amerika meninggal karena senjata –,setengahnya karena bunuh diri,– pada 2021, naik dari lebih dari 39.000 pada 2019, menurut situs web Arsip Kekerasan Senjata.
 
Sekitar 7.000 orang meninggal karena penembakan pembunuhan atau tembakan yang tidak disengaja di Amerika Serikat tahun ini. Ada 202 penembakan massal, yang didefinisikan sebagai insiden di mana empat orang atau lebih terluka atau terbunuh, sepanjang tahun ini, menurut arsip tersebut.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif