Menlu Retno Marsudi (dua kanan) berbicara dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-76 PBB di New York, AS, 20 September 2021. (Twitter/Menlu_RI)
Menlu Retno Marsudi (dua kanan) berbicara dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-76 PBB di New York, AS, 20 September 2021. (Twitter/Menlu_RI)

Afghanistan dan Myanmar Jadi Bahasan Menlu RI-Turki di New York

Internasional konflik afghanistan Taliban indonesia-turki menlu retno lp marsudi Kudeta Myanmar Sidang Majelis Umum PBB 2021
Antara, Marcheilla Ariesta • 21 September 2021 18:26
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, membahas isu-isu yang berkaitan dengan Afghanistan dan Myanmar dalam pertemuan bilateral. Keduanya bertemu di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
 
Kementerian Luar Negeri menyatakan kedua menteri menyepakati pentingnya kerja sama komunitas internasional dalam memastikan pembangunan kondusif di Afghanistan. Pembangunan ini akan berpengaruh terhadap perdamaian dunia.
 
Dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Selasa, 21 September 2021, Cavusoglu mendukung pesan dan aspirasi pemerintah Indonesia terkait isu Taliban, termasuk mengenai pemerintahan inklusif di Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu terkait isu Myanmar, Cavusoglu menyampaikan terima kasih dan dukungan atas peran aktif Indonesia dalam menyelesaikan krisis di negara tersebut.
 
"Krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di tengah pandemi Covid-19 menjadi sorotan utama kedua menteri. Pemberian bantuan kemanusiaan harus didorong dan ditingkatkan untuk menyelamatkan warga Myanmar," kata Kemenlu dalam pernyataan tersebut.
 
Baca:  Bantuan Indonesia Melalui ASEAN Didistribusikan ke Myanmar Akhir September
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas hubungan bilateral kedua negara yang semakin kuat, terutama dalam hal kerja sama ekonomi.
 
Nilai perdagangan kedua negara selama periode Januari-Juli 2021 tercatat sekitar USD1,115 juta (setara Rp15,8 miliar) atay naik 47,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Penyelesaian negosiasi terkait Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) juga turut dibahas kedua menteri.
 
Mereka meyakini kesepakatan tersebut akan menjadi instrumen penting bagi nilai perdagangan kedua negara dalam mencapai nilai USD10 miliar atau setara Rp142,3 triliun.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif