Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Trump Berkukuh Sanksi untuk Iran sudah Diberlakukan Kembali

Internasional amerika serikat as-iran donald trump
Marcheilla Ariesta • 22 September 2020 13:57
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pihaknya telah memberlakukan kembali sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Iran, termasuk mengenai embargo senjata dan juga terkait perjanjian nuklir 2015, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Trump mendesak mitra-mitra AS untuk mendukung penuh pemberlakuan kembali sanksi ini.
 
Pemerintahan AS di bawah Trump menyebut, 27 orang atau entitas terkena sanksi ini, termasuk Kementerian Pertahanan Iran.
 
"Amerika Serikat telah memulihkan sanksi PBB untuk Iran," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan saya hari ini mengirimkan pesan jelas kepada rezim Iran dan komunitas internasional yang menolak untuk menentang Iran," ujar Trump dilansir dari AFP, Selasa, 22 September 2020.
 
AS berpendapat Iran telah melanggar embargo senjata PBB, salah satunya terkait serangan terhadap fasilitas minyak milik Arab Saudi. Embargo senjata PBB untuk Iran akan habis masa berlakunya bulan depan, usai AS gagal mendapatkan dukungan untuk memperpanjangnya.
 
Akhir pekan kemarin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan bahwa Washington sudah memberlakukan kembali semua sanksi PBB untuk Iran melalui mekanisme bernama "snapback" dari Resolusi 2231 yang menaungi JCPOA.
 
Deklarasi AS bersifat sepihak, dan mayoritas anggota PBB tidak mengakuinya. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga tidak akan mendukung penerapan kembali sanksi Iran oleh AS.
 
Guterres menegaskan, dukungan tidak akan diberikan sebelum dirinya mendapat lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB.
 
Dalam sebuah surat kepada presiden dewan pada Minggu 20 September, Guterres mengatakan bahwa "sepertinya ada ketidakpastian" mengenai apakah AS sudah memicu mekanisme "snapback" dalam resolusi DK PBB yang memayungi perjanjian JCPOA.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif