Direktur CIA William J.Burns. Foto: AFP
Direktur CIA William J.Burns. Foto: AFP

Direktur CIA: Putin Tidak Percaya Dia Bisa Kalah di Ukraina

Internasional ukraina rusia cia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 08 Mei 2022 12:05
Washington: Presiden Rusia Vladimir Putin percaya bahwa dia tidak boleh kalah di Ukraina dan "menggandakan" perang. Tetapi Putin tidak menunjukkan tanda-tanda berencana untuk menggunakan senjata nuklir taktis.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur CIA William Burns pada Sabtu 7 Mei 2022.
 
“Terlepas dari kegagalan pasukan Rusia untuk merebut Kiev dan perjuangan mereka untuk maju di sepanjang garis depan utama perang di wilayah Donbas tenggara, pemimpin Rusia itu tidak mengubah pandangannya bahwa pasukannya dapat mengalahkan Ukraina,” kata Burns kepada Financial Times, seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu 8 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Keyakinan Putin pada kemampuan militer Rusia untuk melemahkan perlawanan Ukraina mungkin belum tergoyahkan meskipun kekalahan penting di medan perang,” ujar kepala mata-mata Amerika Serikat itu.
 
“Saya pikir dia dalam kerangka berpikir di mana dia tidak percaya dia mampu untuk kalah,” tegas Burns.
 
Dia mengatakan Putin telah ‘memanas’ selama bertahun-tahun atas Ukraina - yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet - dalam "kombinasi yang sangat mudah terbakar antara keluhan dan ambisi dan rasa tidak aman."
 
“Putin tidak terhalang oleh perlawanan dalam perang karena dia mempertaruhkan begitu banyak pilihan yang dia buat untuk meluncurkan invasi ini," ucap Burns.
 
“Saya pikir dia yakin sekarang bahwa menggandakan masih akan memungkinkan dia untuk membuat kemajuan,” tutur Burns.


Senjata nuklir taktis

Burns, mantan Duta Besar AS untuk Rusia yang telah menghabiskan banyak waktu mempelajari pemimpin Rusia itu. Dirinya mengatakan bahwa dia dan badan-badan intelijen Barat lainnya tidak melihat tanda-tanda bahwa Moskow siap untuk mengerahkan senjata nuklir taktis untuk meraih kemenangan di Ukraina atau untuk menargetkan para pendukung Kiev
 
Rusia menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi tak lama setelah meluncurkan invasi pada 24 Februari.
 
Sejak itu Putin telah membuat ancaman terselubung yang mengisyaratkan kesediaan untuk menyebarkan senjata nuklir taktis Rusia jika Barat secara langsung campur tangan dalam konflik Ukraina.
 
"Kami tidak melihat, sebagai komunitas intelijen, bukti praktis pada titik ini dari perencanaan Rusia untuk penyebaran atau bahkan potensi penggunaan senjata nuklir taktis,” imbuh Burns.
 
"Mengingat jenis goncangan pedang yang  kami dengar dari para pemimpin Rusia, kami tidak bisa menganggap enteng kemungkinan itu," katanya.
 
"Jadi kami tetap sangat fokus sebagai badan intelijen pada kemungkinan-kemungkinan itu pada saat taruhannya sangat tinggi bagi Rusia," lanjutnya.
 
Burns tidak memberikan penilaian apa pun tentang situasi medan perang saat ini atau memprediksi bagaimana perang akan berakhir.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif