Arsip Nasional Amerika Serikat (NARA) membuka hampir 1.500 pembunuhan John F. Kennedy. Foto: AFP
Arsip Nasional Amerika Serikat (NARA) membuka hampir 1.500 pembunuhan John F. Kennedy. Foto: AFP

AS Rilis 1.500 Dokumen Penyelidikan Pembunuhan John F Kennedy

Medcom • 16 Desember 2021 17:04
Washington: Arsip Nasional Amerika Serikat (NARA) mengumumkan pada Rabu, 15 Desember 2021, terdapat hampir 1.500 dokumen yang berkaitan dengan penyelidikan pemerintah Amerika Serikat (AS) atas pembunuhan mantan Presiden AS, John F Kennedy pada 1963.
 
Dilansir dari The Guardian, Kamis, 16 Desember 2021, pengungkapan kabel rahasia, memo internal, dan dokumen lainnya memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan pada Oktober oleh Presiden AS Joe Biden.
 
Selain itu, sesuai dengan undang-undang federal yang menyerukan pelepasan catatan yang dimiliki pemerintah. Dokumen tambahan diharapkan akan dipublikasikan tahun depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak terdapat indikasi langsung bahwa catatan tersebut berisi pengungkapan yang secara radikal dapat kembali membentuk pemahaman publik terkait peristiwa pembunuhan presiden ke-35 AS tersebut pada 22 November 1963 di Dallas, di tangan Lee Harvey Oswald.
 
Namun, berbagai dokumen terbaru tetap ditunggu-tunggu oleh para sejarawan dan orang lain. Mereka yang beberapa dekade setelah pembunuhan Kennedy tetap skeptis bahwa, pada puncak perang dingin, seorang pemuda bermasalah dengan senapan pesanan pos bertanggung jawab penuh atas pembunuhan. 
 
Dokumen tersebut termasuk kabel dan memo Badan Intelijen Pusat (CIA) membahas kunjungan Oswald yang sebelumnya diungkapkan. 
 
Namun, tidak pernah sepenuhnya menjelaskan kunjungan ke kedutaan Soviet dan Kuba di Meksiko serta diskusi pada hari-hari setelah pembunuhan, tentang potensi keterlibatan Kuba dalam pembunuhan Kennedy.
 
Satu kabel CIA menggambarkan bagaimana Oswald menelepon kedutaan Soviet saat berada di Meksiko untuk meminta visa mengunjungi Uni Soviet. Ia juga mengunjungi kedutaan Kuba, yang tampaknya tertarik dengan visa perjalanan yang akan mengizinkannya mengunjungi Kuba dan menunggu di sana untuk mendapatkan visa Soviet. 
 
Pada 3 Oktober 1963, lebih dari satu bulan sebelum pembunuhan, ia disebut mengemudi untuk kembali ke AS melalui penyeberangan di perbatasan Texas.
 
Memo lain, tertanggal sehari setelah pembunuhan Kennedy mengatakan, menurut panggilan telepon yang disadap di Meksiko, Oswald berkomunikasi dengan petugas Badan Intelijen Uni Soviet (KGB), saat berada di kedutaan Soviet pada September.
 
Setelah Kennedy terbunuh, pihak berwenang Meksiko menangkap seorang karyawan Meksiko dari kedutaan Kuba yang berkomunikasi dengan Oswald. Ia mengatakan, Oswald telah “mengaku sebagai komunis dan pengagum Castro”.
 
Satu dokumen CIA bertanda 'Secret Eyes Only' melacak rencana pemerintah AS untuk membunuh pemimpin Kuba saat itu, Fidel Castro. Hal itu, termasuk rencana 1960 “yang melibatkan penggunaan dunia kriminal dengan kontak di dalam Kuba”.
 
Dokumen lain mempertimbangkan, apakah Oswald saat tinggal di New Orleans, mungkin terpengaruh dengan cara apapun oleh publikasi di surat kabar lokal. Terkait wawancara koresponden Associated Press (AP) yang dilakukan dengan Castro, dimana Castro memperingatkan pembalasan jika AS mengambil alih Kuba.
 
Sejumlah dokumen baru tersebut mencakup beberapa laporan FBI tentang upaya biro guna menyelidiki dan mengawasi tokoh-tokoh mafia besar seperti Santo Trafficante Jr dan Sam Giancana. Mereka sering disebutkan dalam teori konspirasi tentang pembunuhan Kennedy.
 
Terlepas dari penyelidikan Kennedy, beberapa materi diketahui akan menarik bagi para sarjana atau siapa pun yang tertarik dengan hal-hal kecil kontra spionase 1960-an. Materi tersebut menyimpan halaman detail rahasia tentang metode, peralatan, dan personel yang digunakan untuk mengawasi Kuba dan Soviet.
 
Dalam memblokir rilis ratusan catatan pada 2017 karena kekhawatiran dari Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan CIA, mantan Presiden AS, Donald Trump mengutip “kerugian yang berpotensi tidak dapat diubah”. Meski begitu, saat itu, sekitar 2.800 rekaman lainnya dirilis.
 
Pada 1964, Komisi Warren menyimpulkan, Oswald adalah satu-satunya pria bersenjata, dan penyelidikan kongres lainnya pada 1979 tidak menemukan bukti untuk mendukung teori bahwa CIA telah terlibat. Namun, interpretasi lain diketahui tetap ada. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif