Demonstran membawa foto Aafia Siddiqui dalam sebuah unjuk rasa di Lahore, Pakistan, 15 November 2014. (Arif Ali / AFP)
Demonstran membawa foto Aafia Siddiqui dalam sebuah unjuk rasa di Lahore, Pakistan, 15 November 2014. (Arif Ali / AFP)

Aafia Siddiqui, Ilmuwan Perempuan Terkait Penyanderaan di Sinagoga Texas

Willy Haryono • 16 Januari 2022 14:24
Texas: Otoritas Texas mengatakan, pelaku penyanderaan sejumlah orang di sebuah sinagoga di Colleyville meminta pembebasan seorang ilmuwan bernama Aafia Siddiqui. Menurut laporan media lokal Amerika Serikat, Siddiqui adalah seorang ilmuwan syaraf asal Pakistan yang telah dijebloskan ke penjara atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap prajurit AS di Afghanistan.
 
Dilansir dari The Globe and Mail, Minggu, 16 Januari 2022, Aafia Siddiqui dijatuhi vonis 86 tahun penjara usai dinyatakan bersalah di sebuah pengadilan Manhattan pada 2010. Ia dituding berusaha menembak mati beberapa prajurit AS saat dirinya tengah ditahan di Afghanistan dua tahun sebelumnya.
 
Bagi Departemen Kehakiman AS, yang menuduh Siddiqui sebagai bagian dari kelompok teroris al-Qaeda, vonis 86 tahun penjara merupakan kemenangan dalam perang melawan ekstremisme global. Namun bagi para pendukung Siddiqui, kasus tersebut dinilai memperlihatkan sikap berlebihan AS pascaperistiwa 9/11.

Siapa Aafia Siddiqui?

Ia adalah seorang ilmuwan syaraf asal Pakistan yang menempuh pendidikan di beberapa institusi ternama AS -- Brandels University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah terjadinya serangan teroris 9/11, nama Aafia Siddiqui menjadi sorotan aparat penegak hukum AS. Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman AS mendeskripsikan Siddiqui sebagai "seorang agen dan fasilitator al-Qaeda."
 
Pada 2008, Siddiqui ditahan otoritas Afghanistan. Pemerintah AS mengatakan, otoritas Afghanistan menemukan beberapa dokumen tulisan tangan yang mendiskusikan pembuatan senjata bernama "dirty bomb." Dalam dokumen juga terdapat beberapa lokasi di AS yang berpotensi dijadikan target serangan.
 
Saat menjalani wawancara di sebuah kompleks kepolisian di Afghanistan, Siddiqui dikabarkan merebut senapan M-4 milik salah satu prajurit AS dan melepaskan tembakan ke beberapa petugas yang disiagakan di sana.
 
Dua tahun berselang, Siddiqui dinyatakan bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap warga AS di luar Negeri Paman Sam. Dalam sebuah sidang dengar pendapat, Siddiqui sempat melontarkan beberapa ucapan acak mengenai perdamaian dunia dan mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan hakim yang mengurusi kasusnya.
 
Vonis terhadap Siddiqui memicu kecaman dari Pemerintah Pakistan. Unjuk rasa pun terjadi di beberapa kota di negara tersebut.
 
Perdana Menteri Pakistan saat itu, Yousuf Raza Gilani, menyebut Siddiqui sebagai "putri bangsa" dan bertekad untuk segera membebaskannya. Beberapa tahun setelahnya, jajaran petinggi Pakistan berusaha melontarkan wacana untuk melakukan pertukaran atau perjanjian yang dapat berujung pada pembebasan Siddiqui.
 
Hingga saat ini, Siddiqui masih mendekam di sebuah penjara federal di Texas. Namanya sempat disebut pelaku penyanderaan di sinagoga Congregation Beth Israel pada Sabtu kemarin. Pelaku juga dikabarkan mengklaim sebagai saudara laki-laki dari Siddiqui.
 
Penyanderaan di Sinagoga Texas kini telah berakhir. Semua sandera berhasil diselamatkan, sementara pelaku -- yang identitasnya belum diumumkan -- tewas ditembak.
 
Baca:  Semua Sandera di Sinagoga Texas Berhasil Diselamatkan, Pelaku Tewas
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif