Imbauan disampaikan Duta Besar RI untuk Rusia Jose Tavares saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 22 September 2022.
"Keadaan di Moskow sebenarnya biasa saja, ada demo, protes ya itu biasa," kata Dubes Jose.
"Kami berikan imbauan ke WNI untuk menjauhkan diri dari kerumunan dan tetap waspada," sambungnya.
Baca juga: Rusia Memanas Gegara Warga Tolak Diturunkan ke Medan Perang, Putin Digoyang
Para pengunjuk rasa di seluruh Rusia turun ke jalan untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan ‘mobilisasi parsial’. Perintah ini menekan 300 ribu orang untuk wajib militer.
Menurut OVD-Info - pengawas hak asasi manusia yang memantau aktivitas polisi - setidaknya 1.252 orang dari 38 kota ditahan.
Di Moskow, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di Old Arbat, jalan pejalan kaki terkenal di pusat kota Moskow. Mereka berteriak, "Kirim Putin ke parit!" dan “Biarkan anak-anak kita hidup!” Rekaman menunjukkan polisi anti huru hara menyeret orang pergi.
"Protes secara efektif dikriminalisasi di Rusia, di mana sebelum minggu ini hampir 16.500 orang telah ditahan karena aktivitas antiperang," ucap OVD-Info.
Putin mengandalkan strategi menjaga kehidupan senormal mungkin bagi orang Rusia untuk mempertahankan dukungan pasif untuk perang. Sementara ribuan orang memprotes pada 24 Februari, hari ketika Rusia menginvasi Ukraina, lembaga penegak hukum mampu meredam banyak perbedaan pendapat publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News