Polisi di Nice melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian serangan. Foto: AFP
Polisi di Nice melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian serangan. Foto: AFP

Pelaku Serangan di Nice Diyakini Bertindak Sendiri

Internasional prancis Pembunuhan di Nice
Fajar Nugraha • 29 Oktober 2020 19:26
Nice: Insiden pemenggalan kembali terjadi di Prancis. Kali ini insiden terjadi di Kota Nice di mana tiga orang tewas, pelaku diyakini bertindak sendiri.
 
Rekaman dramatis menunjukkan polisi bersenjata menyerbu Basilika Notre-Dame de l’assomption Nice setelah serangan itu.
 
Baca: Tiga Tewas dalam Serangan di Prancis, Salah Satu Korban Dipenggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi mengonfirmasi bahwa mereka menembak tersangka itu tetapi dia dikatakan sekarang sudah stabil di rumah sakit.
 
“Dia diyakini akan bertindak sendiri,” ujar petugas polisi, seperti dikutip AFP, Kamis 29 Oktober 2020.
 
Tersangka penyerang digambarkan oleh polisi sebagai orang Afrika Utara dan berusia tiga puluhan. Alasan penyerangan di Nice tidak jelas.
 
Politikus sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, Presiden National Rally, berkata: "Semua pikiran kami kepada para korban, keluarga mereka, umat Katolik dan rakyat Nice sekali lagi terkena barbar kelompok Islamis."
 
Sementara juru bicara kepolisian Prancis memastikan kedua korban dipenggal. Marine Le Pen juga berbicara tentang pemenggalan kepala yang terjadi dalam serangan itu.
 
Wali Kota Nice, Christian Estrosi menulis Tweet: "Saya berada di lokasi dengan [polisi] yang menangkap pelaku penyerangan. Saya mengonfirmasi bahwa semuanya menunjukkan serangan teroris di Basilika Notre-Dame de Nice."
 
Presiden Prancis Emmanuel Macron sekarang menuju ke Nice menyusul serangan itu. Menteri Dalam Negeri Prancis Gérald Darmanin mengonfirmasi di Twitter bahwa dia akan memimpin pertemuan krisis setelah insiden tersebut.
 
Warga di sekitar lokasi kejadian mengimbau warga untuk menghindari daerah tersebut.
 
Insiden ini terjadi setelah sekitar seminggu lalu pemenggalan serupa berlangsung di Paris. Seorang guru bernama Samuel Paty dipenggal tidak jauh dari sekolah tempat ia mengajar, setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada muridnya.
 
Tidak diketahui apakah kasus baru di Nice ini terkait dengan kartun tersebut yang dipublikasi oleh tabloid Charlie Hebdo.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif