PM Prancis Jean Castex. (Thomas SAMSON / AFP)
PM Prancis Jean Castex. (Thomas SAMSON / AFP)

PM Prancis akan Mundur Jika Emmanuel Macron Terpilih Kembali

Internasional prancis pemilu prancis politik prancis Emmanuel Macron Marine Le Pen
Willy Haryono • 19 April 2022 20:30
Paris: Perdana Menteri Prancis Jean Castex akan mengundurkan diri jika Emmanuel Macron terpilih kembali sebagai presiden melalui pemilihan umum putaran kedua pada 24 April mendatang. Ia mengatakan pengunduran diri ini bertujuan untuk memberikan "dorongan baru" kepada pemerintahan haluan tengah Macron menjeang pemilu parlemen di bulan Juni.
 
"Jika beliau terpilih kembali, maka sesuai dengan tradisi saya akan menyerahkan surat pengunduran diri saya kepada presiden," kata Castex kepada radio France Inter pada Selasa, 19 April 2022.
 
"Saya merupakan salah satu orang yang beranggapan bahwa sebuah dorongan baru diperlukan setelah terpilihnya kembali seorang presiden," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdapat spekulasi bahwa Kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde akan ditawari pos PM Prancis. Ia mencoba menghindari pertanyaan tersebut dalam sebuah konferensi pers pekan kemarin.
 
Macron akan menghadapi politikus sayap kanan Marine Le Pen pada pemilu putaran kedua akhir pekan ini. Dua tokoh ini sudah pernah bertarung di pemilu Prancis 2017.
 
Baca:  Emmanuel Macron Hadapi Marine Le Pen di Putaran Dua Pilpres Prancis
 
Sejumlah analis memperingatkan bahwa tingkat partisipasi warga dapat menentukan hasil dari pilpres Prancis 2022, walau sebagian besar lembaga survei menunjukkan keunggulan Macron atas Le Pen.
 
Menurut Castex, Macron belum dapat dipastikan akan kembali berjaya di putaran kedua. "Semua ini belum berakhir, dan tentu saja kami belum dapat menarik kesimpulan bahwa pilpres ini, pertandingan ini, sudah diketahui hasilnya," sebut Castex.
 
"Kami harus meyakinkan masyarakat Prancis bahwa program-program Emmanuel Macron adalah yang terbaik bagi Prancis," sambungnya.
 
Sejumlah survei menempatkan Macron di angka dukungan antara 53 dan 56 persen, berbanding 44-47 di kubu Le Pen. Angka ini lebih tipis dibanding 2017, di mana Macron menang telak dengan raihan 66 persen.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif