Presiden Joko Widodo saat berfoto bersama dengan pada pemimpin G7 di Jerman. Foto: BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo saat berfoto bersama dengan pada pemimpin G7 di Jerman. Foto: BPMI Setpres

Keakraban Jokowi dengan Para Pemimpin Negara di KTT G7

Fajar Nugraha • 28 Juni 2022 00:20
Elmau: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti rangkaian pertemuan dengan kelompok negara kaya G7 di Elmau, Jerman. Seperti biasa, para petinggi negara melakukan foto bersama di saat pertemuan.
 
Satu hal yang menarik adalah keakraban yang diperlihatkan oleh Presiden Jokowi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Jokowi tampak berdiri di paling depan diapit oleh tuan rumah KTT G7 yakni Kanselir Olaf Scholz bersama dengan Biden.
 
Keakraban Jokowi dengan Para Pemimpin Negara di KTT G7
Presiden Jokowi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) dan Joe Biden. Foto: BPMI Setpres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa kali mantan Gubernur DKI Jakarta itu berbincang dengan Joe Biden. Sesekali kedua kepala negara juga tertawa lepas sambil merangkul.
 
Tidak hanya Biden, Presiden Jokowi juga berbincang akrab dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Ketika di dalam ruang pertemuan, Presiden juga sempat bertegur sapa dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
 
Sebelumnya sesaat berangkat menuju lokasi pertemuan, para pemimpin negara menaiki helikopter. Presiden Jokowi yang duduk di sebelah Perdana Menteri India Narendra Modi, tampak santai berdiskusi.
 
Keakraban Jokowi dengan Para Pemimpin Negara di KTT G7
Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri India Narendra Modi. Foto: BPMI Setpres
 

Pada pertemuan 27 Juni 2022 itu  Jokowi mengajak negara-negara G7 berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Tanah Air. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam sesi working lunch dengan topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan.
 
Baca: Jokowi Ajak G7 Investasi Sektor Energi Bersih di Indonesia.

 
“Negara-negara G7 harus memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium,” ucap Jokowi.
 
Menurut kepala negara, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, baik di darat maupun laut sangat besar. Hanya saja, Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mengolah semua itu. Terutama untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

Kunjungan ke Ukraina dan Rusia

Setelah dari G7, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Ukraina dan Rusia. Jokowi akan membujuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuka ruang dialog dengan pemerintah Rusia.
 
"Setelah dari Jerman, saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu Presiden Zelensky. Misinya, mengajak Presiden Zelensky membuka ruang dialog dalam rangka membangun perdamaian karena perang harus dihentikan," ujar Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Kepala Negara juga akan meminta Ukraina membuka kembali perdagangan pangan, terutama gandum ke luar negeri. "Yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," ujar dia.
 
"Sekali lagi, dengan misi yang sama, saya akan mengajak Presiden Putin membuka ruang dialog dan sesegera mungkin melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," jelas dia.
 
Menurut Jokowi, kunjungan krusial tersebut tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh negara di dunia. Terutama, bagi negara berkembang dan berpenghasilan rendah.
 
"Ini harus dilakukan untuk mencegah rakyat di negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah jatuh pada kemiskinan ekstrem dan kelaparan," pungkas Jokowi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif