Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Foto: AFP
Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Foto: AFP

Penguasa Dubai Didakwa Perintahkan Penculikan Kedua Putrinya

Fajar Nugraha • 06 Maret 2020 09:04
London: Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum memerintahkan penculikan dua putrinya. Selain itu dia dituduh melakukan intimidasi terhadap mantan istri yang memaksanya melarikan diri ke London, Inggris.
 
Itu merupakan isi putusan pengadilan Inggris yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Maret 2020.
 
Sebelumnya, Puteri Haya Binti Al Hussein, melarikan diri dari Uni Emirat Arab April lalu karena ‘takut’ terhadap suaminya.  Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum adalah wakil presiden dan perdana menteri Uni Emirat Arab.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Segera setelah itu, syekh berusia 70 tahun itu meminta kedua anaknya -,seorang putra berusia delapan tahun dan seorang putri berusia 12 tahun,- untuk dikembalikan ke kerajaan Teluk.
 
Tetapi Puteri Haya, yang merupakan saudara tiri Raja Yordania, Abdullah II, mendesak agar anak-anak diberikan perlindungan. Haya juga meminta perlindungan bagi dirinya sendiri.
 
Dia meminta selama persidangan di London untuk hakim menyelidiki fakta tentang penculikan dan penahanan paksa dua anak perempuan dewasa Syekh Al-Maktoum dari pernikahan sebelumnya.
 
“Saya menghadapi kampanye ketakutan dan intimidasi sejak menyelamatkan diri tahun lalu,” ujar Haya, dalam pengadilan, yang dikutip AFP, Jumat, 6 Maret 2020.

Disita dan ditahan


Sheikh Al-Maktoum mencoba mencegah dua putusan pengadilan diumumkan. Tetapi Mahkamah Agung menolak permohonannya pada Kamis pagi, yang memungkinkan mereka untuk dipublikasikan.
 
Hakim Andrew McFarlane, yang mengepalai Divisi Keluarga Pengadilan Tinggi Inggris dan Wales, mendapati Sheikh Al-Maktoum ‘memerintahkan dan mengatur’ penculikan Sheikha Shamsa dari kota Cambridge di Inggris ketika ia berusia 19 tahun pada Agustus 2000.
 
“Dia secara paksa dikembalikan ke Dubai dan telah dirampas kebebasannya dari dua dekade terakhir,” kata Hakim McFarlane.
 
Hakim McFarlane memperoleh fakta saudara perempuan Shamsa, yakni Latifa, ditangkap dan kembali ke Dubai dua kali. Perempuan berusia 35 tahun itu kembali ke Dubai pada 2002 dan lagi pada 2018.
 
“Dirinya ditahan atas instruksi ayahnya selama lebih dari tiga tahun setelah upaya pertama melarikan diri. Kabar mengenai keduanya menjadi berita utama pada Maret 2018,” sebut Hakim McFarlane.
 
Klaim oleh seorang teman Latifa yang membantunya melarikan diri bahwa pasukan khusus India naik perahu di lepas pantai India pada 4 Maret 2018, sebelum dia kembali ke Dubai juga terbukti.
 
"Dia meminta tentara untuk membunuhnya daripada menghadapi peluang untuk kembali ke keluarganya di Dubai," kata McFarlane.
 
"Menyatukan masalah-masalah ini, saya menyimpulkan, pada keseimbangan probabilitas, bahwa kisah Latifa tentang motifnya untuk ingin meninggalkan Dubai mewakili kebenaran. Dia jelas-jelas putus asa untuk melepaskan diri dari keluarganya dan bersiap untuk melakukan misi berbahaya untuk melakukannya,” pungkas Hakim.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif