Kepala IAEA Rafael Grossi berbicara kepada awak media di Zaporizhzhia, Ukraina, 1 September 2022. (Genya SAVILOV / AFP)
Kepala IAEA Rafael Grossi berbicara kepada awak media di Zaporizhzhia, Ukraina, 1 September 2022. (Genya SAVILOV / AFP)

Tim IAEA Kunjungi PLTN Zaporizhzhia di Tengah Gempuran Artileri

Medcom • 03 September 2022 11:30
Ukraina: Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan bahwa timnya "tidak akan pergi" setelah mereka menyeberang masuk ke Ukraina dan mencapai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. PLTN terbesar di Eropa itu kini berada di bawah pendudukan pasukan Rusia.
 
Tim inspeksi IAEA akhirnya tiba di PLTN Zaporizhzhia setelah melewati 'hujan' artileri sepanjang perjalanan. Mereka akhirnya tiba setelah jadwal kunjungan tertunda beberapa jam.
 
"Kami tidak akan pergi. IAEA sekarang berada di PLTN (Zaporizhzhia) dan akan tetap di sana," ujar Grossi yang secara pribadi memimpin misi tersebut, dikutip dari laman ABC News, pada Jumat, 2 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berkata bahwa sekelompok ahli dari IAEA telah menetap di lokasi PLTN Zaporizhzhia. Mereka akan memberikan penilaian teknis secara netral dan imparsial mengenai situasi di PLTN Zaporizhzhia.
 
Rekaman video yang dirilis kantor berita RIA menunjukkan para inspektur IAEA, termasuk Grossi, mengenakan helm keamanan. Mereka melakukan tur PLTN Zaporizhzhia, termasuk ke salah satu bagian yang memperlihatkan kerusakan salah satu pipa air.
 
Sementara itu, Kepala Komite Palang Merah Internasional memohon dihentikannya konflik dalam bentuk apa pun di sekitar lokasi PLTN Zaporizhzhia demi menghindari kebocoran nuklir.
 
"Akan sangat sulit, bahkan mustahil untuk menyediakan bantuan kemanusiaan (jika bencana nuklir terjadi). Inilah mengapa konflik harus dihentikan," ujar Robert Mardini.
 
Sejak beberapa bulan terakhir, Grossi telah meminta untuk bisa mengunjungi langsung PLTN Zaporizhzhia. Ia telah berulang kali memperingatkan adanya "risiko bencana nuklir yang sangat nyata" di sana.
 
PLTN Zaporizhzhia, yang memiliki enam reaktor Ukraina, telah diduduki pasukan Rusia tak lama usai terjadinya invasi pada 24 Februari lalu. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas terjadinya serangan di PLTN Zaporizhzhia dalam beberapa pekan terakhir. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  Menlu Ukraina: Misi ke PLTN Zaporizhzhia Tersulit dalam Sejarah IAEA
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif