Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan bahwa Sabtu ini, 6 Agustus 2022, akan menjadi momen menentukan apakah tim penyelam dapat masuk ke area tambang atau tidak.
Namun pada Sabtu petang, Gubernur Coahuila Miguel Riquelme mengatakan ketinggian air di dalam tambang masih terlalu tinggi.
"Kami harus berpacu dengan waktu," ucap Riquelme kepada keluarga para penambang di lokasi kejadian, dikutip dari TRT World.
Para pekerja terperangkap di dalam tambang batu bara di Coahuila pada Rabu petang, di saat pekerjaan ekskavasi mereka membuat sebuah tembok terowongan runtuh. Tiga sumur di lokasi pun rusak, dan airnya meredam keseluruhan tambang.
Keluarga korban berkumpul di luar lokasi tambang, berharap para pekerja masih bisa bertahan hidup.
"Kami lelah, kami putus asa, tapi masih ada sedikit harapan," kata Cecillia Cruz, salah satu anggota keluarga pekerja tambang.
Baca: 10 Penambang Terjebak di Tambang Batu Bara Meksiko
Kemungkinan adanya lumpur yang memenuhi terowongan tambang dapat membuat operasi penyelamatan sulit dilakukan, bahkan jika cukup banyak air disedot dengan pompa.
"Apakah petugas mau mempertaruhkan lebih banyak nyawa? Bisa saja terjadi tragedi yang lebih besar," sebut Cruz.
Enam penyelam dari Pasukan Khusus Meksiko telah dikirim untuk membantu operasi penyelamatan di Coahuila.
Sebelumnya, lima pekerja berhasil melarikan diri dari area tambang. Salah satu dari mereka, Fernando Pompa, mengaku bisa ke permukaan dengan menggunakan alat yang biasa digunakan untuk memindahkan batu bara.
"Harapannya masih ada sedikit gelembung udara di sana," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News