Sebelumnya, Meksiko hanya mencatat angka kematian pasien Covid-19 di kisaran 201 ribu. Namun angka itu direvisi setelah kematian dari sejumlah rumah sakit yang sebelumnya tak terhitung, dimasukkan dalam data terbaru.
Dilansir dari laman ITV pada Senin, 29 Maret 2021, Meksiko kini berada di peringkat kedua di bawah AS dalam hal jumlah kematian Covid-19. Sebelumnya, Meksiko berada di peringkat ketiga di bawah Brasil.
Meksiko mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengetahui dampak sebenarnya dari pandemi Covid-19 adalah mengkaji ulang angka pasien meninggal serta sertifikat kematian yang dikeluarkan dari sejumlah rumah sakit.
Laporan terbaru ini mengonfirmasi betapa mematikannya gelombang kedua Covid-19 di Meksiko pada Januari lalu.
Hingga akhir Desember 2020, sejumlah pihak mengestimasi angka kematian Covid-19 di Meksiko berada di kisaran 220 ribu. Namun kala itu kematian Covid-19 di sejumlah rumah sakit Meksiko belum dilaporkan ke pemerintah.
Ada kekhawatiran sejumlah pihak bahwa angka 321 ribu ini sebenarnya juga masih di bawah data sebenarnya, yakni di kisaran 417 ribu.
Awal Februari lalu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, mengatakan tidak akan memakai masker setelah sembuh dari Covid-19. Ia beralasan tidak mau memakai masker karena sudah tidak mungkin lagi menularkan Covid-19 ke orang lain.
Tidak seperti sejumlah kepala negara lain, Lopez Obrador menghindari masker selama pandemi Covid-19. Sejumlah pihak menilai sikap ini turut berkontribusi terhadap tingkat keparahan penyebaran Covid-19 di Meksiko.
Baca: Presiden Meksiko Tetap Enggan Pakai Masker Usai Sembuh dari Covid-19
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News