Foto NOAA memperlihatkan Badai Tropis Iota menguat pada 14 November 2020. (RAMMB/NOAA/NESDIS/AFP)
Foto NOAA memperlihatkan Badai Tropis Iota menguat pada 14 November 2020. (RAMMB/NOAA/NESDIS/AFP)

Badai Iota Terus Menguat Menuju Amerika Tengah

Internasional topan badai guatemala honduras nikaragua Badai Eta
Willy Haryono • 16 November 2020 16:04
Miami: Badai Iota menguat ke badai Kategori 2 seiring pergerakannya menuju Amerika Tengah, sebuah kawasan yang masih berusaha bangkit dari kehancuran Badai Eta. Iota merupakan satu dari sejumlah badai yang telah memaksa banyak orang mengungsi dari rumah mereka masing-masing.
 
Hingga Minggu malam, 15 November, Badai Iota berada sekitar 410 kilometer dari pesisir Nikaragua-Honduras. Menurut keterangan Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC), Iota memiliki kecepatan putaran angin hingga 161 km/jam.
 
"Iota diperkirakan membawa angin yang dapat memicu kerusakan, gelombang tinggi di pesisir, dan juga hujan ekstrem di Amerika Tengah," kata NHC, dikutip dari laman Gulf Today pada Senin, 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Nikaragua dan Honduras memperingatkan bahwa Badai Iota dapat memperburuk kerusakan yang sudah ditimbulkan Badai Eta. Dua pekan kemarin, Badai Eta menghantam Amerika Tengah dan memicu banjir besar serta lumpur longsor yang menewaskan puluhan orang dan merusak banyak lahan pertanian.
 
Badai Eta memicu kerusakan masif, mulai dari Panama hingga ke selatan Meksiko.
 
Baca:Badai Tropis Iota Bergerak Menuju Honduras dan Nikaragua
 
Tidak hanya terpukul dampak Badai Eta, Amerika Tengah juga masih berusaha bangkit dari dampak pandemi virus korona (covid-19). Sejumlah pakar khawatir, krisis covid-19 dan bencana alam dapat membuat lebih banyak warga Amerika Tengah mengungsi ke kawasan lain.
 
"Meningkatnya pergerakan yang melintasi perbatasan sekarang lebih mungkin terjadi, termasuk mereka yang melarikan diri dari aksi kekerasan dan persekusi," tutur Giovanni Bassu, perwakilan agensi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) untuk Amerika Tengah.
 
UNHCR mengatakan, perubahan iklim telah meningkatkan intensitas hujan dan kekeringan di seantero Amerika Serikat. "Fenomena semacam itu dapat memperburuk kemiskinan yang dapat mendorong lebih banyak orang untuk pergi dari kampung halaman masing-masing," tutur Bassu.
 
Pekan kemarin, Guatemala meminta Amerika Serikat mengizinkan warganya tinggal di AS demi alasan kemanusiaan menyusul terjadinya Badai Eta.
 
Saat ini, evakuasi warga sudah berlangsung di area-area yang mungkin terdampak Badai Iota di Honduras, Guatemala, dan Nikaragua.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif