Swedia dan Finlandia ajukan proposal gabung NATO./AFP
Swedia dan Finlandia ajukan proposal gabung NATO./AFP

Respons Indonesia Terkait Swedia-Finlandia Gabung NATO

Marcheilla Ariesta • 19 Mei 2022 20:34
Jakarta: Indonesia mencermati rencana Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menuturkan, pada prinsipnya keputusan tersebut adalah hak masing-masing negara.
 
"Kita mencermati bahwa proses sedang bergulir dan ada juga negara anggota NATO yang memberi catatan," tutur Faizasyah, dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Ia menuturkan, dari sisi Indonesia terlihat ada satu proses meredakan ketegangan. "Dengan demikian, keinginan satu negara untuk bergabung dalam satu pakta pertahanan ataupun penambahan anggota, tidak justru menambah ketegangan di kawasan," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faizasyah menjelaskan, setelah mencermati berbagai hal, terjadinya peperangan di Ukraina dikaitkan dengan masih adanya satu pakta pertahanan di suatu negara.
 
"Harapan kita, terlepas dari adanya hak dan kebebasan masing-masing negara untuk bergabung dalam satu pakta pertahanan, kita berharap proses besarnya adalah menuju kondisi stabil dan perdamaian," ujar Faizasyah.
 
Baca juga: Finlandia, Swedia Serahkan Aplikasi untuk Bergabung dengan NATO
 
Finlandia dan Swedia pada Rabu 18 Mei 2022 menyerahkan proposal mereka untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Mereka berupaya untuk bergabung NATO setelah invasi ke Ukraina yang mengakhiri dekade non-blok militer kedua negara tersebut.
 
"Pengajuan yang Anda buat hari ini adalah langkah bersejarah. Sekutu sekarang akan mempertimbangkan langkah selanjutnya di jalan Anda menuju NATO," kata Pimpinan NATO Jens Stoltenberg, setelah menerima tawaran dari duta besar Finlandia dan Swedia di markas aliansi.
 
Dorongan keanggotaan dapat mewakili ekspansi NATO yang paling signifikan dalam beberapa dekade, menggandakan perbatasannya dengan Rusia, dan Presiden Vladimir Putin telah memperingatkan hal itu dapat memicu tanggapan dari Moskow.
 
Namun aplikasi tersebut menghadapi perlawanan dari Turki yang juga anggota NATO. Turki mengancam akan memblokir mereka atas tuduhan tetangga Nordik bertindak sebagai tempat yang aman bagi kelompok-kelompok bersenjata yang menentang Ankara.
 
"Kepentingan keamanan semua sekutu harus diperhitungkan dan kami bertekad untuk menyelesaikan semua masalah dan mencapai kesimpulan cepat," kata Stoltenberg.
 
"Semua sekutu sepakat tentang pentingnya perluasan NATO. Kita semua setuju bahwa kita harus berdiri bersama dan kita semua setuju bahwa ini adalah momen bersejarah yang harus kita raih,” imbuhnya.
 
Helsinki, Stockholm dan sekutu Barat lainnya tetap optimistis mereka dapat mengatasi keberatan Turki.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif