Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar proyeksi masa depan bisnis perusahaan Sinovac dan Tiongkok yang meminta Amerika Serikat menghentikan sikap bermusuhan.
Berikut selengkapnya:
- Studi AS Temukan Kemungkinan Antibodi yang Dapat Netralkan Omicron
“Temuan ini memberi tahu kita bahwa dengan berfokus pada antibodi yang menargetkan situs yang sangat terkonservasi ini pada protein lonjakan, ada cara untuk mengatasi evolusi berkelanjutan virus,” kata David Veesler, profesor di University of Washington School of Kedokteran di AS.
Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa virus Omicron memiliki total 37 mutasi pada protein lonjakan, yang digunakan virus untuk memasuki sel manusia.
Mengapa jumlah mutasi Omicron bisa setinggi itu? Dan apa saja dampaknya? Cek selengkapnya di sini.
- Banyak Saingan, Sinovac: Rezeki Pendapatan Vaksin Mungkin Tak Berkelanjutan
Penjualan vaksin oleh Sinovaci, perusahaan yang berbasis di Beijing, melonjak menjadi Rp156,8 triliun dalam enam bulan pertama 2021. Jumlahnya lebih tinggi dibandingkan Rp965,4 miliar pada periode yang sama di tahun 2020.
Apa yang menyebabkan penjualan vaksin Sinovac bisa begitu besar di sepanjang 2021? Cek selengkapnya di sini.
- Tiongkok Desak AS Hentikan Manuver Militer yang Bermusuhan
Tan Kefei membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas penyelidikan media mengenai pertemuan video yang baru-baru ini diadakan militer Tiongkok dan AS di bawah mekanisme Perjanjian Konsultatif Militer Maritim mereka.
"Bahwa dalam menjaga keamanan udara dan maritim militer Tiongkok dan AS, solusi paling mendasar adalah pihak AS menghentikan manuver bermusuhan," ujar Tan Kefei.
Apa lagi yang disampaikan Tan Kefei seputar hubungan Tiongkok dengan AS? Cek selengkapnya di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News