Vaksin covid-19 dari Pfizer-BioNTech ampuh atasi varian baru virus korona. Foto: AFP
Vaksin covid-19 dari Pfizer-BioNTech ampuh atasi varian baru virus korona. Foto: AFP

Vaksin Pfizer-BioNTech Ampuh Lawan Varian Baru Covid-19

Internasional Virus Korona covid-19 vaksin covid-19 Pfizer B117
Marcheilla Ariesta • 08 Januari 2021 13:57
Texas: Sebuah studi laboratorium menunjukkan vaksin virus korona (covid-19) yang dikembangkan Pfizer-BioNTech mampu melawan varian baru virus tersebut. Studi dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Texas Medical Branch.
 
Dalam studi tersebut vaksin virus korona menunjukkan kemanjuran dalam menetralkan virus yang disebut sebagai mutasi lonjakan protein N501Y. Virus ini disebut sangat menular daripada jenis aslinya.
 
Laman TRT World, Jumat, 8 Januari 2021 melaporkan penelitian dilakukan pada darah yang diambil dari orang yang telah diberi vaksin. Penemuannya terbatas karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi yang ditemukan pada varian baru virus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Phil Dormitzer, salah satu ilmuwan vaksin virus terkenal dari Pfizer menuturkan hasil menggembirakan terlihat setelah vaksin tersebut tampak efektif melawan mutasi. Perusahaan produsen vaksin tersebut juga sudh melakukan studi juga ke 15 mutasi lain dan hasilnya sama.
 
"Jadi kami sekarang telah menguji 16 mutasi berbeda, dan tidak satupun dari mereka benar-benar memiliki dampak signifikan. Itu kabar baik," kata Dormitzer.
 
"Walaupun begitu, tidak berarti (mutasi) ke-17 tidak akan dilakukan (pengujian)," imbuh dia.
 
Dormitzer mencatat mutasi lain yang ditemukan pada varian virus covid-19 di Afrika Selatan. Mutasi tersebut diidentifikasi sebagai E484K yang juga mengkhawatirkan.
 
Para peneliti berencana menjalankan tes serupa untuk melihat jika vaksin efektif melawan mutasi lain yang ditemukan di varian Inggris dan Afrika Selatan. Mereka berharap data yang lebih banyak bisa didapatkan dalam beberapa pekan ke depan.
 
Varian baru virus covid-19 yang ditemukan di Inggris dilaporkan sangat menular. Penularan bisa mencapai 70 persen lebih cepat dibanding varian aslinya.
 
Akibat ditemukannya varian baru ini, banyak negara berbondong-bondong menutup perbatasan mereka untuk Inggris dan warganya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif