Debat calon Wakil Presiden AS antara Mike Pence dan Kamala Harris berlangsung sengit. Foto: AFP
Debat calon Wakil Presiden AS antara Mike Pence dan Kamala Harris berlangsung sengit. Foto: AFP

6 Hal yang Menonjol Selama Debat Cawapres AS

Internasional Pilpres AS 2020 Kamala Harris Mike Pence Debat Wakil Presiden Amerika
Marcheilla Ariesta • 08 Oktober 2020 17:47
Salt Lake City: Pertarungan antara Wakil Presiden Mike Pence dengan penantangnya dari Demokrat, Kamala Harris dalam debat calon wakil presiden AS disebut lebih tertib dibanding sebelumnya. Pada pekan lalu, debat antara Presiden Donald Trump dan rivalnya, Joe Biden sangat kacau dan banyak interupsi.
 
Namun, dalam debat yang berlangsung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat ini, memiliki beberapa hal yang menonjol. Berikut enam hal menonjol yang terjadi selama debat:

1. Menambah kursi Mahkamah Agung?

Trump dan Senat yang dikendalikan Partai Republik akan segera memperkuat mayoritas konservatif di Mahkamah Agung. Sementara itu, beberapa anggota sayap kiri meminta Biden untuk memperluas pengadilan sembilan anggota menjadi 11 atau 13 kursi.
 
Dalam debat kali ini, Harris menolak untuk mengatakan apakah dia mendukung gagasan itu atau tidak. Keheningannya ini dituding Pence sebagai indikasi setuju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jawaban langsungnya adalah mereka akan berkemas ke Mahkamah Agung jika menang dalam pemilihan ini," ujarnya.


2. Kebijakan ke depan

Mungkin suasana debat kali ini relatif tenang. Namun, perbedaan kebijakan yang diambil keduanya terpampang jelas.
 
Mengenai pemanasan global misalnya, Pence menolak mengatakan jika hal tersebut disebabkan aktivitas manusia. Menurutnya, perbaikan yang diusulkan Biden akan terlalu mahal.
 
Pence juga secara tidak akurat menyatakan Biden akan melarang fracking atau rekahan hidrolik adalah teknik stimulasi pengeboran minyak. Pada kenyataannya, Biden berulang kali mengatakan tidak akan mengejar larangan fracking untuk mengekstrak bahan bakar fosil.
 
Namun, Biden menyatakan ia akan menentang izin baru untuk pengeboran di tanah pemerintah. Ini adalah masalah utama pemilihan di Pennsylvania bagian barat dan timur Ohio, di mana teknik tersebut telah menyebabkan ledakan produksi energi selama beberapa dekade terakhir.

3. Lalat di Lokasi Debat

Lebih dari satu jam debat, seekor lalat hitam tiba-tiba 'nangkring' di rambut putih Pence. Ia mengusir lalat tersebut dengan menggelengkan kepalanya dan menangkis pernyataan Harris mengenai ras dan peradilan pidana.
 
Hinggapnya lalat di rambut Pence menjadi pembicaraan hangat warganet. Twitter ramai dengan tagar #fly2024.
 
"Tiga kandidat skrg ada di panggung: Harris, Pence, dan orang yang sangat politis yang hinggap di kepala Wapres," ujar Direktur Pusat Politik Universitas Virginia, Larry Sabato di Twitter.

4. ’Pak Wapres, Saya sedang bicara'

Setelah kekacauan yang penuh interupsi dari Trump kepada Biden di debat perdana presiden pekan lalu, moderator Susan Page dengan tegas dan berulang kali memperingatkan kedua kandidat cawapres untuk menegakkan aturan yang dirancang.
 
"Kami ingin debat yang hidup, tapi orang Amerika juga pantas mendapatkan diskusi yang sopan," katanya.
 
Namun, berulang kali Pence berusaha menginterupsi saat Harris tengah berbicara yang dengan tegas ditegur Harris dengan "Bapak Wakil Presiden, saya sedang berbicara."
 
Selain itu, Pence juga berusaha menghiraukan waktu yang diberikan moderator, yang berulang kali ditegur oleh Page dengan, "Terima kasih Bapak Wakil Presiden."

5. Umur dan kesehatan para capres

Jika menang, Joe Biden akan menjadi presiden tertua dalam sejarah AS dengan usia 77 tahun. Sementara Trump dinyatakan positif terinfeksi covid-19 dan menghabiskan akhir pekan lalu di rumah sakit militer.
 
Kedua kandidat cawapres menghindari pertanyaan mengenai kesehatan pasangan mereka yang sudah lanjut usia.
 
Ketika ditanya mengenai rencana suksesi, Pence, 61, menghindari pertanyaan itu dan membahas mengenai vaksin. Sementara Harris, 55, malah membicarakan biografinya sebagai anak imigran yang kemudian menjabat sebagai jaksa agung California.

6. Sengketa pemilihan?

Presiden Trump berulang kali menyatakan dia mungkin tidak menerima hasil pemilu jika dirinya tidak menang. Menanggapi pertanyaan mengenai hal tersebut, Pence mengatakan tidak berjanji Trump akan meninggalkan jabatannya jika dia kalah.
 
Dia menuduh Demokrat menyangkal legitimasi kemenangan Trump pada 2016 lalu melalui penyelidikan dan pemakzulan.
 
Sementara itu, Harris malah medesak para pendukungnya untuk memilih daripada menggunakan kekerasan di tempat pemungutan suara.
 
"Jika kita menggunakan suara kita, kita akan menang," pungkasnya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif