Warga memakai masker saat beraktivitas di kota Stockholm, Swedia. (Jonathan NACKSTRAND AFP/File)
Warga memakai masker saat beraktivitas di kota Stockholm, Swedia. (Jonathan NACKSTRAND AFP/File)

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di 11 Wilayah Swedia

Internasional Virus Korona swedia covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19
Willy Haryono • 04 Januari 2021 07:54
Stockholm: Pemerintah Swedia melaporkan kemunculan tambahan empat kasus varian baru virus korona (covid-19) yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan Afrika Selatan. Empat kasus terbaru ini meliputi tiga individu terjangkit varian yang ditemukan di Inggris, dan satu jenis asal Afse.
 
Pakar epidemi Anders Tegnell mengatakan kepada saluran televisi Swedish Television bahwa varian baru covid-19, baik yang berasal dari Inggris maupun Afsel, kini sudah ditemukan di 11 dari total 21 wilayah di Swedia.
 
Varian baru covid-19 disebut jauh lebih menular dari versi aslinya, namun tidak terbukti lebih mematikan. Varian baru ini diyakini masih tetap dapat dicegah dengan vaksin-vaksin yang tersedia saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Kasus Varian Baru Covid-19 Muncul di Sejumlah Negara
 
"Kami menjalankan prosedur pelacakan kontak begitu para individu dinyatakan positif covid-19. Mereka sudah diminta untuk mengikuti rekomendasi petugas dan mengkarantina diri sendiri," kata dokter penyakit menular Maria Rotzen dalam keterangan tertulis otoritas kota Stockholm, seperti dilansir dari laman Xinhua pada Minggu, 3 Januari 2021.
 
Berdasarkan data Agensi Kesehatan Publik Swedia, total kasus covid-19 di negara tersebut telah mencapai 437.379 dengan 8.727 kematian.
 
Sementara itu saat dunia sedang berjuang melawan pandemi covid-19, vaksinasi sudah berlangsung di sejumlah negara. Saat ini sudah ada beberapa vaksin yang mendapat izin darurat, dengan 232 kandidat lainnya yang masih dikembangkan.
 
Dari total 232 vaksin itu, 60 di antaranya masih menjalani uji klinis. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pengembangan vaksin masih berlangsung di sejumlah negara seperti Jerman, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.
 
Beberapa vaksin yang sudah mendapat izin darurat di sejumlah negara termasuk buatan perusahaan Pfizer bersama BioNTech, Moderna, dan juga Oxford-AstraZeneca.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif