Wakil Presiden Turki Fuat Oktay. (Foto: AFP)
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay. (Foto: AFP)

Turki Memulai Latihan Militer di Siprus Utara

Internasional turki yunani
Willy Haryono • 07 September 2020 11:21
Ankara: Militer Turki memulai latihan tahunan di Siprus Utara, sebuah entitas yang hanya diakui oleh Ankara. Latihan dilakukan di tengah ketegangan yang terjadi antara Turki dan Yunani atas isu di perairan Mediterania.
 
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan, latihan militer tahun ini dinamakan "Badai Mediterania."
 
"Prioritas keamanan negara kami dan TRNC (Republik Turki Siprus Utara) sangatlah penting, begitu juga dengan solusi diplomatik di Mediterania timur," tulis Oktay di Twitter, dikutip dari laman CGTN, Senin 7 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Turki dan Yunani, bersitegang atas eksplorasi minyak dan gas alam di Mediterania timur. Kedua negara sama-sama mengklaim area yang dipenuhi banyak sumber daya alam tersebut.
 
Siprus, yang wilayahnya berbatasan dengan Turki dan juga Yunani, berada di pusat konfrontasi antar kedua negara. Turki telah menyiagakan puluhan ribu personel militer di perbatasan utara sejak 1974, yang diikuti kudeta oleh beberapa petinggi militer Yunani.
 
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Uni Eropa untuk bersikap adil, imparsial, dan objektif dalam menyikapi ketegangan antara Ankara dan Athena.
 
"Presiden Erdogan mengatakan, sikap yang ditunjukkan UE di Mediterania timur akan menjadi tes ketulusan dari perspektif hukum internasional dan perdamaian kawasan," ungkap pernyataan dari kantor kepresidenan Turki.
 
"Kami mengundang institusi Uni Eropa dan para negara anggotanya untuk tetap adil, imparsial, dan objektif untuk menyikapi isu-isu regional, terutama mengenai Mediterania timur," sambungnya.
 
Bulan lalu, Turki mengerahkan kapal eksplorasi Orus Reis ke perairan antara Yunani dan Siprus. Hal tersebut membuat Yunani melakukan latihan angkatan laut untuk mempertahankan wilayah maritim mereka.
 
Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan kepada Erdogan bahwa "semua langkah akan dipertimbangkan" dalam pertemuan UE bulan ini, yang salah satu agendanya adalah ketegangan Turki-Yunani.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif