Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) bersama Presiden ICRC Peter Maurer di New York, AS, 23 September 2022. (Kemenlu RI)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) bersama Presiden ICRC Peter Maurer di New York, AS, 23 September 2022. (Kemenlu RI)

Bersama Palang Merah Internasional, Menlu RI Bahas Isu Myanmar dan Afghanistan

Willy Haryono • 24 September 2022 08:37
New York: Situasi serta bantuan kemanusiaan untuk Myanmar dan Afghanistan menjadi pokok bahasan utama pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Peter Maurer, Presiden Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) pada Jumat, 23 September. Pertemuan dilakukan di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, Amerika Serikat (AS).
 
Pertemuan juga dilakukan sebagai perpisahan, mengingat ICRC Peter Maurer akan segera mengakhiri masa tugasnya. ICRC dan Indonesia sudah banyak melakukan kerja sama, termasuk di negara-negara yang sedang mengalami krisis kemanusiaan.
 
Dalam pertemuan, Menlu Retno Marsudi dan Presiden ICRC Peter Maurer melakukan tukar pandangan mengenai kondisi kemanusiaan di beberapa negara, antara lain Myanmar, Rohingya dan Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi masyarakat Rohingya di pengungsian perlu terus mendapatkan perhatian di tengah dunia yang sedang menghadapi banyak krisis. Situasi Myanmar setelah kudeta, menjadi lebih sulit untuk melakukan repatriasi Rohingya ke Myanmar secara sukarela, aman dan bermartabat," kata Menlu Retno Marsudi, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu, 24 September 2022.
 
Menlu Retno Marsudi dan Presiden ICRC Peter Maurer sepakat bahwa bantuan kemanusiaan ke Myanmar harus mencapai para pihak yang memerlukan tanpa diskriminasi.
 
Mengenai Afghanistan, Menlu Retno Marsudi menyampaikan prioritas Indonesia saat ini, termasuk perhatian Indonesia terhadap isu akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan. Ia juga menjelaskan kerja sama yang dilakukan bersama dengan Qatar untuk Afghanistan, termasuk dialog antar ulama.
 
Baca:  PBB Desak Taliban Buka Sekolah untuk Anak Perempuan
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif