Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Tiga Orang Meninggal karena Pneumonia Misterius di Argentina

Fajar Nugraha • 02 September 2022 12:04
Buenos Aires: Orang ketiga telah meninggal minggu ini di Argentina dari jenis pneumonia yang tidak diketahui asalnya. Kematian sejauh ini terbatas pada satu klinik.
 
“Sebanyak sembilan orang di Provinsi Tucuman barat laut menderita penyakit pernapasan misterius, termasuk delapan staf medis di klinik swasta,” kata Menteri Kesehatan Tucuman Luis Medina Ruiz kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Jumat 2 September 2022.
 
“Tiga termasuk dua tenaga kesehatan dan sekarang juga seorang pasien di klinik telah meninggal sejak Senin,” imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak berwenang sedang melakukan tes tetapi Medina mengatakan mereka telah mengesampingkan covid-19, flu, influenza tipe A dan B, penyakit bakteri legionella dan hantavirus yang disebarkan oleh hewan pengerat.
 
Sampel telah dikirim ke Institut Malbran di Buenos Aires. Korban terakhir adalah seorang wanita berusia 70 tahun yang telah dirawat di klinik untuk operasi.
 
Medina mengatakan wanita itu bisa saja "pasien nol, tapi itu sedang dievaluasi."
 
Penyakit misterius itu merenggut korban pertama di antara petugas kesehatan di klinik itu pada Senin dan korban kedua dua hari kemudian.
 
Sebanyak enam pasien pertama mulai menunjukkan gejala antara 18 dan 23 Agustus. Medina mengatakan pada Rabu bahwa pasien terkena "kondisi pernapasan parah dengan pneumonia bilateral sangat mirip dengan covid."
 
Gejala termasuk muntah, demam tinggi, diare dan nyeri tubuh. Dari enam orang yang menerima perawatan, empat dalam kondisi serius di rumah sakit dan dua dalam isolasi di rumah.
 
Semua staf lain di klinik sedang dipantau. Para ahli menganalisis air dan pendingin udara untuk kemungkinan kontaminasi atau keracunan.
 
Kementerian kesehatan provinsi mengatakan Rabu bahwa wabah itu bisa berasal dari  infeksi, tetapi para penyelidik tidak mengecualikan "penyebab beracun atau lingkungan."
 
Spesialis penyakit menular Mario Raya mengatakan pada Kamis bahwa "untuk saat ini, kami tidak memiliki kasus di luar klinik yang terkena”.
 
Hector Sale menambahkan, Presiden perguruan tinggi kedokteran provinsi Tucuman: "kami tidak berurusan dengan penyakit yang menyebabkan penularan dari orang ke orang karena tidak ada kasus yang diidentifikasi di antara kontak dekat salah satu pasien”.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif