Donald Trump melakukan gestur penghormatan di Gedung Putih setelah kembali dari perawatan Covid-19, 5 Oktober 2020. (NICHOLAS KAMM / AFP)
Donald Trump melakukan gestur penghormatan di Gedung Putih setelah kembali dari perawatan Covid-19, 5 Oktober 2020. (NICHOLAS KAMM / AFP)

Ada-Ada Saja, Trump Pernah Ingin Jadi 'Superman' Setelah Sembuh dari Covid-19

Willy Haryono • 04 Oktober 2022 07:27
Washington: Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata pernah berencana berdiri dari kursi rodanya dengan memakai baju Superman setelah sembuh dari Covid-19. Rencana ini ditulis dalam sebuah buku berjudul Confidence Man: The Making of Donald Trump and Breaking of America ciptaan Maggie Haberman, koresponden Gedung Putih dari media The New York Times.
 
Trump, 76, dirawat selama tiga hari di rumah sakit militer Walter Reed di Washington pada 2020 usai terinfeksi Covid-19.
 
Ia mengatakan kepada para staf bahwa dirinya ingin menaiki kursi roda, kemudian berdiri secara dramatis di tengah sorot kamera. Tidak hanya itu, Trump juga berencana membuka jasnya untuk memperlihatkan t-shirt Superman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak main-main, Trump rupanya sangat serius dengan rencana tersebut. Salah satu ajudannya, Max Miller, diminta untuk pergi ke sebuah toko di Virginia untuk membeli baju t-shirt Superman.
 
"Dia mengaku memikirkan rencana itu usai terinsiprasi dari penyanyi James Brown, yang kerap melepaskan jubahnya saat berada di atas panggung. Rencana itu juga sejalan dengan kecintaannya terhadap olahraga gulat," tulis Haberman, dikutip dari laman stuff.co.nz, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Rencana itu pada akhirnya dibatalkan. Trump diterbangkan ke Gedung Putih, di mana dirinya terlihat kurang sehat saat melambaikan tangan ke arah awak media dari area balkon.
 
Baca:  Trump Balik ke Gedung Putih Walau Positif Covid-19, Staf Ketar-Ketir
 
Terungkapnya rencana "Superman" Trump adalah satu dari sejumlah penuturan Haberman mengenai sang mantan presiden. Haberman telah mengikuti Trump selama bertahun-tahun, dan sudah pernah tiga kali mewawancarainya.
 
Sebelumnya, Trump pernah mengatakan bahwa buku yang ditulis Haberman adalah "buku palsu" sembari mengejek kantor berita tempatnya bekerja, New York Times. Kendati begitu, Trump juga mengaku senang telah beberapa kali diwawancara Haberman.
 
"Saya senang bisa bersamanya. Dia seperti psikiater pribadi saya," sebut Trump.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif