Kevin McCarthy dari Partai Republik enam kali ditolak menjadi Ketua DPR AS. Foto: AFP
Kevin McCarthy dari Partai Republik enam kali ditolak menjadi Ketua DPR AS. Foto: AFP

Deadlock, Calon dari Trump Ditolak Enam Kali sebagai Ketua DPR

Fajar Nugraha • 05 Januari 2023 09:05
Washington: Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS), yang terperosok dalam pertempuran kepemimpinan yang kacau, menolak kembali pencalonan Kevin McCarthy dari Partai Republik untuk memimpin majelis. Penolakan bahkan terjadi tiga kali pada Rabu 4 Januari 2023, karena sekelompok kecil penentang di partai tersebut menentang seruan mantan Presiden Donald Trump untuk persatuan.
 
Terlepas dari permintaan Trump, McCarthy gagal dalam tiga suara berturut-turut untuk ketua DPR setelah tiga kali kalah suara pada Selasa 3 Januari. Saat itu sekitar 20 Republikan di sayap kanan partai menolak untuk mendukung kandidat yang mereka anggap tidak dapat diandalkan secara ideologis.
 
Anggota parlemen kemudian memilih untuk reses hingga pukul 20.00 waktu setempat, sementara mereka mencari solusi secara tertutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita harus melakukan percakapan nyata dengan sekelompok orang terpilih, atau kita harus membuat semua orang kembali ke ruang kaukus dan mulai mengalahkan satu sama lain,” ujar anggota Partai Republik Jeff Van Drew, pendukung McCarthy, kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Kamis 5 Januari 2023.
 
Terakhir kali DPR gagal memilih ketuanya pada pemungutan suara pertama adalah 1923, seabad yang lalu.
 
Pertarungan kepemimpinan telah memberikan awal yang mengecewakan bagi mayoritas baru Partai Republik di DPR setelah partai tersebut berhasil mengamankan mayoritas tipis di majelis -,222 melawan 212 suara,- dalam pemilihan paruh waktu November. Perjuangan internal menggarisbawahi tantangan yang bisa dihadapi partai tersebut selama dua tahun ke depan, menuju pemilihan presiden 2024.
 
Meskipun para pendukung McCarthy berharap pemungutan suara berulang -,sekarang berjumlah enam,- akan melemahkan lawan, mereka gagal membuat kemajuan.
 
McCarthy, yang telah menjabat sebagai anggota DPR Republik teratas sejak 2019, hanya mendapatkan 201 suara dari 218 yang dibutuhkan, sementara 20 Republikan memilih Perwakilan Byron Donalds, seorang Republikan Florida yang pertama kali terpilih pada 2020. Seorang Republikan menolak untuk mendukung kandidat tertentu. Semua 212 anggota Dewan Demokrat memilih pemimpin mereka, Hakeem Jeffries.
 
"Saya pikir jalan saat ini sangat sulit bagi Kevin," kata Donalds kepada Fox News setelah pemungutan suara.
 
McCarthy mengatakan dia pada akhirnya akan menang.
 
"Kami akan sampai pada kemenangan,” kata McCarthy kepada wartawan sebelum pemungutan suara hari Rabu.
 
Lawan mengatakan pertarungan kepemimpinan bisa berlarut-larut selama berminggu-minggu.
 
“Ada baiknya mengambil beberapa hari atau beberapa minggu untuk mendapatkan pembicara terbaik,” kata Perwakilan Republik Bob Good, salah satu peserta.

Teguran terhadap Trump

Pemungutan suara itu juga merupakan teguran terhadap Trump, yang mendesak sesama Republikan untuk mengesampingkan perbedaan mereka.
 
“Sekarang saatnya bagi semua Anggota Dewan Republik yang Hebat untuk memilih kevin,” tulis Trump di situs media sosialnya, Truth Social, pada Rabu, menjelang pemungutan suara hari itu.
 
Trump tetap menjadi tokoh berpengaruh di kalangan Partai Republik dan sejauh ini merupakan satu-satunya kandidat presiden yang diumumkan untuk 2024. Beberapa anggota partai menyalahkan Trump atas kegagalan Partai Republik memenangkan lebih banyak kursi kongres di paruh waktu.
 
Kelompok garis keras memintanya untuk melakukan taktik lain.
 
"Presiden perlu memberi tahu Kevin McCarthy, 'Tuan, Anda tidak memiliki suara dan sudah waktunya untuk mundur,'" kata Perwakilan Republik Lauren Boebert, mengacu pada Trump.
 

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif