Pendiri WikiLeaks Julian Assange. Foto: AFP
Pendiri WikiLeaks Julian Assange. Foto: AFP

Pengadilan Inggris Blokir Upaya AS Ekstradisi Pendiri WikiLeaks Julian Assange

Internasional wikileaks inggris Julian Assange
Fajar Nugraha • 05 Januari 2021 09:10
London: Pengadilan Inggris memblokir upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengektradisi pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Menurut pengadilan, Assange seharusnya tidak diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan spionase.
 
Menyampaikan keputusannya di Old Bailey pada Senin 4 Januari, Hakim Distrik Vanessa Baraitser menguatkan banyak argumen dari pengacara yang mewakili AS. Tetapi akhirnya mendukung pendiri Wikileaks karena kekhawatiran atas kesehatan mentalnya.
 
Pria berusia 49 tahun itu dikatakan telah mengalami keinginan bunuh diri saat ditahan di penjara Belmarsh London dan telah didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme dan depresi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pengadilan menerima diagnosis ini. Assange akan berada dalam risiko nyata jika diekstradisi untuk menjalani hukuman di sel isolasi di AS,” ujar Hakim Baraitser, seperti dikutip Independent, Selasa 5 Januari 2021.
 
“Kami juga mencatat bahwa Assange memiliki ‘kecerdasan dan tekad’ untuk menghindari tindakan perlindungan bunuh diri,” imbu Baraitser.
 
AS telah lama ingin mengekstradisi Assange untuk menghadapi 17 tuduhan spionase dan satu tuduhan penyalahgunaan komputer terkait dengan penerbitan dokumen rahasia militer yang melakukan kesalahan selama perang di Afghanistan dan Irak. Tuduhan semacam itu totalnya mencapai 175 tahun penjara.
 
Baraitser menolak banyak argumen tim pembela, termasuk perlindungan yang mengacu pada kebebasan berbicara dan pers ketika dia menyatakan bahwa tindakan Assange telah melampaui tindakan seorang jurnalis. Dia juga menyatakan bahwa dia akan tunduk pada pengadilan yang adil di AS, sesuatu yang menurut tim pembela tidak akan terjadi.
 
Keputusan Senin menandai lewatnya rintangan terbaru dalam pencarian kebebasan selama satu dekade bagi warga Australia itu.
 
Pada 2012, Assange pindah ke Kedutaan Besar Ekuador di London untuk melewati jaminan atas permintaan ekstradisi lain terkait tuduhan pemerkosaan di Swedia. Dia diusir dan dibawa ke Belmarsh pada April 2019 -,hampir tujuh tahun kemudian,- dan di tempat dia tinggal hari ini. Swedia mencabut kasus pemerkosaan pada November 2019.
 
Diyakini, jika diekstradisi ke AS dan dihukum, Assange akan ditempatkan di sel isolasi di penjara ADX Supermax yang terkenal di Colorado. Itu adalah penjara bagi orang-orang seperti Unabomber Ted Kaczynski dan raja obat bius Meksiko Joaquin “El Chapo” Guzman.
 
Tingkat penahanan di penjara ini, yang lebih ketat daripada fasilitas keamanan maksimum.
 
AS sekarang memiliki 14 hari untuk mengajukan banding atas keputusan Baraitser.
 
Tim Dawson, anggota dewan eksekutif nasional untuk Persatuan Jurnalis Nasional (NUJ) mengatakan kepada Euronews pada Senin 4 Januari bahwa perlakuan Assange menyebabkan kekhawatiran yang lebih luas tentang kebebasan pers.
 
“Tuduhan yang dia hadapi pada dasarnya terkait dengan kegiatan yang secara garis besar bersifat jurnalistik dan kekhawatiran kami adalah jika dia berhasil dituntut akan menjadi preseden yang akan membahayakan jurnalis di seluruh dunia,” kata Dawson.
 
"Jadi fakta bahwa dia tidak akan tahu menghadapi tuduhan itu kecuali bandingnya berhasil, adalah kabar yang sangat menggembirakan dan sangat baik,” pungkasnya.
 
(REN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif