Presiden Chile Sebastian Pinera. (MARTIN BERNETTI AFP/File)
Presiden Chile Sebastian Pinera. (MARTIN BERNETTI AFP/File)

Senat Chile Tolak Makzulkan Presiden Terkait Pandora Papers

Medcom • 17 November 2021 15:19
Santiago: Senat Chile menolak memakzulkan Presiden Sebastian Pinera atas kesepakatan bisnisnya yang terungkap di dokumen kontroversial Pandora Papers. Senat menolak permintaan majelis rendah Chile untuk melanjutkan proses pemakzulan terhadap Pinera.
 
Dilansir dari AFP, Rabu, 17 November 2021, pemungutan suara di Senat Chile berakhir dengan 24 suara mendukung pemakzulan, 18 menentang, dan satu abstain. Untuk melanjutkan proses pemakzulan, setidaknya dibutuhkan 29 suara dukungan.
 
"Pembelaan telah mementahkan setiap fakta yang disajikan sebagai penyebab dari proses pemakzulan ini,” kata senator dari partai Pembaruan Nasional sayap kanan-tengah milik Pinera, Francisco Chahuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena suara dukungan tidak cukup, proses pemakzulan Pinera pun berakhir. Sang presiden tidak mendapat hukuman apapun atas penjualan kontroversial sebuah perusahaan pertambangan pada 2010 yang terkuak di Pandora Papers. Saat itu, pemimpin berusia 71 tersebut sedang menjalani masa jabatan pertama presiden.
 
Apabila dimakzulkan, Pinera dapat terancam dijatuhi vonis lima tahun penjara.
 
Tepuk tangan terdengar dari markas kepresidenan Chile, Palacio de La Moneda, setelah para anggota parlemen mengetahui bahwa Pinera telah menghindari pemakzulan.
 
Pandora Papers adalah dokumen yang menyoroti transaksi luar negeri tokoh-tokoh besar di seluruh dunia. Dokumen itu mengaitkan Pinera dengan penjualan perusahaan pertambangan bernama Dominga, melalui perusahaan milik anak-anaknya kepada pengusaha Carlos Delano, teman dekat presiden, seharga lebih dari Rp2 triliun.
 
Baca:  Berikut Sejumlah Nama Besar yang Masuk Pandora Papers
 
Berdasarkan keterangan di Pandora Papers, sebagian besar operasi Pinera dilakukan di surga pajak, Virgin Islands. Kubu oposisi Chile menjelaskan, Pinera menguntungkan dirinya sendiri dan keluarga lewat penjualan tersebut. Keterlibatan Pinera disebut mendorong harga jual Dominga. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif