Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Finlandia Sauli Niinisto. Foto: AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Finlandia Sauli Niinisto. Foto: AFP

Inggris Sepakati Perjanjian Keamanan dengan Swedia dan Finlandia

Internasional nato Inggris swedia Finlandia Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 13 Mei 2022 07:41
Helsinki: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu, 11 Mei 2022 menyepakati perjanjian baru dengan Swedia dan Finlandia untuk memperkuat keamanan Eropa. Johnson berjanji akan mendukung pasukan bersenjata kedua negara tersebut jika sewaktu-waktu diserang.
 
Johnson menandatangani deklarasi baru itu dalam kunjungannya ke Swedia dan Finlandia. Kesepakatan ini disebut Inggris sebagai langkah perubahan untuk kerja sama pertahanan dan keamanan.
 
“Isinya adalah jika terjadi bencana, atau terjadi serangan terhadap salah satu dari kami, kami akan membantu satu sama lain, termasuk dengan bantuan militer,” kata Johnson dalam konferensi pers di Helsinki, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Invasi Rusia terhadap Ukraina membuat Swedia, serta negara tetangganya Finlandia memikirkan bagaimana menjamin keamanannya.
 
Meski keduanya diperkirakan akan bergabung NATO, negara-negara tersebut khawatir keamanannya terancam selagi pengajuan keanggotaannya diproses, di mana proses dapat memakan waktu hingga setahun.
 
Ketika ditanya apakah Finlandia akan memprovokasi Rusia dengan masuk NATO, Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin yang patut disalahkan atas keputusan bergabung dalam aliansi militer itu.
 
“Tanggapan saya adalah Anda (Putin) yang menyebabkan hal ini. Lihatlah cermin,” ujar Niinisto.
 
Swedia pun menerima dukungan dari Amerika Serikat (AS) dan Jerman.
 
Berbicara bersama Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson, Johnson menyampaikan, “ Perang di Ukraina memaksa kami untuk mengambil keputusan sulit. Tapi negara-negara berdaulat harus memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan tanpa rasa takut atau pengaruh atau ancaman balas dendam.”
 
Kesepakatan mengintensifikasi pembagian informasi intelijen dan mengakselerasi latihan militer gabungan dan pengerahan militer.
 
Johnson menyampaikan bahwa bentuk bantuan akan bergantung pada permintaan pihak yang membutuhkan. Tapi ia menyebut NATO sebagai aliansi pertahanan.
 
“NATO bukan ancaman bagi siapapun. (NATO) ada untuk tujuan pertahanan bersama,” pungkasnya. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif