Direktur Jendral IAEA Rafael Grossi. (AFP)
Direktur Jendral IAEA Rafael Grossi. (AFP)

IAEA: Dunia Tahan Napas atas Ancaman Senjata Nuklir Korea Utara

Marcheilla Ariesta • 29 Oktober 2022 13:23
Jenewa: Dunia menahan napas atas kemungkinan adanya uji coba senjata nuklir oleh Korea Utara (Korut), ucap Badan Energi Atom Internasional atau IAEA.
 
Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) memperingatkan sejak beberapa bulan terakhir bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba nuklir setelah sempat ditangguhkan selama lima tahun. Kemungkinan uji coba menandakan bahwa Korea Utara sedang mempercepat pengembangan kemampuan persenjataan mereka.
 
"Semua orang menahan napas tentang jal ini, karena uji coba nuklir akan menjadi konfirmasi lain dari sebuah program yang bergerak maju dengan cara yang sangat, sangat memprihatinkan," kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu, 29 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Uji coba lebih lanjut, tentu saja, dapat diartikan bahwa mereka (Korut) menyempurnakan persiapan dan konstruksi persenjataan mereka,” kata Grossi kepada awak media.
 
Ia mengatakan, IAEA mengikuti perkembangan seputar situasi di Semenanjung Korea secara seksama. "Kami berharap jal itu tidak akan terjadi, tetapi sayangnya ke arah sana berkata lain," sambung dia.
 
Kekhawatiran akan uji coba bom nuklir Korea Utara membuat Korea Selatan dan Jepang sangat khawatir. Jika hal tersebut terjadi, maka akan menjadi uji coba nuklir pertama Korut sejak 2017.
 
Rabu kemarin, AS, Korea Selatan, dan Jepang mengatakan bahwa skala respons yang "tak tertandingi" akan diperlukan jika Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir ketujuh.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Cho Hyun-dong mengatakan, tiga sekutu telah setuju akan adanya respons "tak tertandingi" jika Korea Utara melakukan uji coba nuklir ketujuh. Cho membuat komentarnya bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman.
 
Sementara itu, Grossi mengatakan, dia meyakini uji coba nuklir Korea Utara belum akan terjadi dalam waktu dekat.
 
"Kami melihat persiapan, kami melihat banyak hal, tetapi tidak akan segera terjadi," katanya.
 
Korea Utara mengatakan rentetan uji coba rudalnya belakangan ini sebagai respons atas ancaman yang ditimbulkan AS dan Korea Selatan. Mereka marah dengan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan dalam beberapa bulan terakhir — termasuk latihan militer bersama yang melibatkan kapal induk USS Ronald Reagan.
 
Pekan lalu, Pyongyang menembakkan ratusan peluru artileri di lepas pantainya. Mereka menyebut hal tersebut sebagai peringatan kepada tetangganya di selatan.
 
Baca:  Prof Korsel: Takut Nuklir Kim? Bangun Bunker
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif