WHO belum punya bukti virus cacar monyet bermutasi./AFP
WHO belum punya bukti virus cacar monyet bermutasi./AFP

WHO: Tidak ada Bukti Virus Cacar Monyet Bermutasi

Marcheilla Ariesta • 24 Mei 2022 08:32
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tidak memiliki bukti jika virus cacar monyet bermutasi. Mereka mencatat penyakit menular yang mewabah di Afrika barat dan tengah itu cenderung tidak berubah.
 
Rosamund Lewis, kepala sekretariat cacar yang merupakan bagian dari Program Darurat WHO, mengatakan mutasi cenderung lebih rendah dengan virus ini, meskipun urutan genom kasus akan membantu menginformasikan pemahaman tentang wabah saat ini.
 
Pakar kesehatan memperhatikan mutasi yang bisa membuat virus lebih mudah menular atau parah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Penyakit dan Zoonosis WHO, Maria van Kerkhove mengatakan, lebih dari 100 kasus yang diduga dan dikonfirmasi sebagai cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara belum parah.
 
"Ini adalah situasi yang dapat dikendalikan, khususnya di Eropa," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 24 Mei 2022.
 
Baca juga: Biden Sebut Semua Orang Patut Waspadai Penyebaran Cacar Monyet
 
"Tapi kita tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di Afrika, di negara-negara endemik," lanjutnya.
 
Menurut WHO, wabah itu tidak biasa terjadi di negara-negara di mana virus tidak bersirkulasi secara teratur. Para ilmuwan sedang berusaha memahami asal usul kasus dan apakah ada yang berubah tentang virus tersebut.
 
WHO meminta klinik dermatologi dan layanan kesehatan primer, serta klinik kesehatan seksual, untuk waspada terhadap kasus-kasus potensial.
 
Banyak - tetapi tidak semua - orang yang telah didiagnosis dalam wabah cacar monyet saat ini adalah pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL).
 
Para pejabat mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan alasannya, tetapi demografi ini mungkin mencari pendapat medis atau memiliki akses ke pemeriksaan kesehatan seksual.
 
Cacar monyet biasanya tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang, tetapi dapat ditularkan melalui kontak orang-ke-orang yang dekat atau kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh orang yang menderita cacar monyet, seperti pakaian, tempat tidur, atau peralatan makan.
 
"Fakta bahwa mereka proaktif dalam menanggapi gejala yang tidak biasa mungkin menjadi bagian dari cerita. Ini akan menjadi lebih jelas dalam beberapa minggu dan hari mendatang," kata kata Andy Seale, penasihat strategi di Departemen Program HIV, Hepatitis dan IMS Global di WHO..
 
Sementara itu, van Kerkhove mengharapkan lebih banyak kasus untuk diidentifikasi saat pengawasan meluas.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif